Kau mungkin sempat bertanya

"Hingga senja keberapakah, purnama ke-berapakah perasaan ini akan merdeka?"

Menggelisahkan bukan menjadi seorang pengagum rahasia.

Aku rasa tiap orang pernah menjadi salah satu barisan para pengagum rahasia.

Gelisah bertambah resah hingga berujung pada sindrom kata "Galau" kadang datang menghampiri.

Advertisement

Hmm,

Coba dengar, kenapa kau megaguminya?

Apakah dia cantik? Ganteng? Menawan? Pintar? Kharismatik? Atau berbagai kata sifat lainnya yang membuat kau masuk dalam barisan para pengagum rahasia.

Coba dengar, apa gerangan manusia mengagumi manusia yang lainnya? Sederhana saja jawabannya, karena dia mengagumi apa yang tak dimilikinya namun dimiliki oleh orang lain.

Lantas apa bedanya dengan iri?

Ow, jelaslah sangat berbeda. Coba kau buka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , dimana letak perbedaannya?

Kagum dan iri bedanya adalah pada rasanya. Bila kau kagum, maka kau akan senang melihat kelebihan yang ada pada diri seseorang dan termotivasi untuk berbuat lebih baik dari seseorang itu. Sedangkan bila kau iri, maka kau akan tidak senang dengan kelebihan yang ada pada diri orang lain.

Bolehkah aku bertanya?

Berapa kali kau pernah menjadi pengagum rahasia seseorang?

Apa rasanya menjadi seorang pengagum rahasia?

Mungkin kau bisa menjawabnya di bawah.

Mungkin rasanya akan biasa saja dan timbul percikan semangat bila kau menjadi pengagum rahasia dari seseorang yang penuh prestasi.

Bolehkah aku bertanya lagi

Seberapa sering rasa kagummu berubah menjadi perasaan tak terdefinisikan yang katanya disebut cinta?

Hmm, kau bisa menjawabnya lagi di bawah.

Mungkin akan menggelisahkan bila pada akhirnya rasa kagum itu berubah menjadi perasaan yang banyak orang sebut dengan cinta.

Dan akhir daripada cinta adalah membersamainya untuk merengkuh kebahagiaan sepasang insan manusia.

Tapi tak semudah itu bila kagum telah berubah menjadi cinta.

Ada banyak deskripsi tentang cinta. Salah satunya adalah mengatakan bahwa cinta adalah kata kerja. Seseorang dikatakan mencintai seseorang adalah apabila ia melakukan sesuatu untuk orang yang dicintainya. Sedangkan kagum adalah kata sifat.

Terlebih lagi bagi para pengagum rahasia. Perasaan kagumnya yang berubah menjadi cinta bila didiamkan saja akan memenjarakan rasanya.

Maukah kuberitahu cara memerdekakan perasaanmu?

Pertama, Berdamailah dengan dirimu sendiri atas apa yang Tuhan berikan padamu. Kekaguman yang berlebih kadang membuat jiwamu ciut untuk menyadari betapa berharganya dirimu di dunia ini.

Kedua, Bila kau benar cinta, sampai kapan terus sembunyi? Tampilkan dirimu dihadapannya dan sejajarkan langkahmu dengannya. Kau paham maksudku? Kau tak perlu mengungkapkan perasaanmu, yang perlu kau lakukan perkenalkan dirimu padanya, berteman baiklah dengannya dan selanjutnya kita tak pernah tahu rencana Tuhan. Siapa tahu rasa kagummu yang berubah menjadi cinta bisa terbalaskan.

Mungkin dua nasehat itu saja dulu yang bisa kusampaikan. Bila ada nasehat lain, kau bisa menuliskannya. Jangan jadikan rasa kekagumanmu memenjarakan perasaanmu. Merdekakan perasaanmu !