Hallo Rindu

Apa kabarmu hari ini? Semoga kau masih tersadar dengan senyum yang sama. Semoga kau masih memeluk hatiku dengan garis senyum yang sama. Jika kau ingin tahu apakah aku rindu ingin bertemu? maka hanya satu jawabnya, IYA… Jika kau mengeluh dan merasa terbalut dalam kesendirian maka satu jawabnya, Aku pun IYA.

Aku mohon berhentilah bertanya tentang rindu. karena aku adalah satu dari jutaan manusia yang memendam rindu ini rapat-rapat dalam hati. Tak pernah kah kau terima salamku dari bulan yang terang saat malam? Tidakkah baca surat dari rintik hujan?

Aku masih merajut keluh kesah dalam rindu yang menggebu. Rindu ini akan ku kenakan saat kita bertemu. Dibalik senja yang tak selalu jingga kupetik bayangmu dari khayalku yang selalu indah untukmu. Berjuta kata kuucap dalam puisi, berjuta nada kunyanyikan dalam sepi. Namun ketika rindu datang setiap waktu maka aku hanya akan berdiri menantangnya agar aku tak tertusuk oleh rinduku sendiri.

Malam ini dengan penuh keluh kesah kudengar kabar dari ujung bibir tentangmu dan gulanamu. Kusampaikan jawaban dengan tulus dalam jiwa. Berhentilah merasa sendiri karena rindumu masih rapat dalam hati terbungkus indah bersama nurani dan tak sanggup kulepaskan dalam kata.

Advertisement

Sayang, langit masih berada di atas kepala. Rotasi bumi masih sama. Gelap terang itu bukan perkara. Hiruk pikuk kota, celoteh burung-burung liar hingga topeng sandiwara adalah yang kita lalui setiap hari sejak matahari menjulang dan senja datang hingga bulan kembali sembunyi. Percayalah tak ada harapan semu yang kuberi. Ini hanya tentang waktu.

Rindu memang tidak egois pada kita hanya saja terlalu tragis jika kau katakan aku tak ada disampingmu.