Teruntuk kau orang yang sepertiku, orang yang ku cintai dengan setulus hati. Mengapa kau terus hadir dalam hari-hariku walau sejak satu tahun yang lalu? Tak banyak orang tau tentang kisah kita, kisah cinta yang tak pernah terungkapkan dan akan berjalan ke arah yang mana namun jejak yang ditinggalkannya masih berbekas.

Perhatikan ku dari jauh dan membuat aku merasa spesial diantara gadis yang mengejarmu, heran memang kau memilih aku yang tak banyak bergaul dan berbicara kepadamu dan teman-teman mu ini.Dan semua berawal saat kau menjadikanku yang paling spesial. "Lesung pipit mu" sapaan pertamamu yang membuatku tersipu, hubungan ini semakin erat saat perhatian-perhatian kecil keluar dari dua arah, kau dan aku.

Satu tahun berjalan bersama saling ungkapkan kekaguman, aku mulai mengenalmu, sungguh sebenarnya kau tak ingin ada ditengah-tengah orang banyak dan tak suka menanggapi hal-hal sepele. Baru kupahami itu yang kau suka dari ku yaitu apa adanya, kau adalah aku, dan aku adalah kau. Tapi kehidupan mu di lain sisi adalah orang-orang disekitarmu dan masa lalumu.

Sahabatku dan seseorang dari masa lalumu….

Aku bertemu dengannya, dia yang pernah ada dihati dan hari mu beberapa bulan yang lalu. Sahabatku adalah sahabatnya juga mereka bercerita panjang saat bertemu, tak ada sedikitpun rasa cemburu atau tak enak hati pada orang dari masa lalu mu itu saat kami bertatap muka karena aku percaya kau hanya mencintaiku dan ku perkuat dengan sifatmu yang tak peduli gadis manapun yang ada disekitarmu dulu atau sekarang.

Advertisement

Bukan bermaksud menguping, tapi tak sengaja aku mendengar "dia memulai obrolan lagi denganku" dari gadis yang kau cintai dulu. Ku tertegun seakan tak percaya dan terus meyakinkan hati. Semua seolah berubah, aku tak mengakhiri apapun karena kau tak pernah memulainya, jarang berkomunikasi itu yang terjadi, apa kau mulai goyah dan terbelah?

Kau tak kunjung memberikan kepastian, beruntung si introvert ini tak terlalu sakit hati. Kabar datang dari sana sini, ada yang bilang kau dekat dengan gadis ini, gadis itu dan juga gadis masa lalu itu. Tapi, perhatianmu tetap ada padaku meski tak seperti dulu, tapi kau mengabaikan perasaanku. Kau terus berikan sinyal padaku aku tahu itu, begitupun juga denganku.

Tapi apa perhatian saja cukup tanpa kepastian? Kau masih miliknya atau kau akan datang kepadaku?

Kita menaruh perhatian yang sama dari jauh karena kita sudah tidak satu kota lagi, kau tetap menyimpan hati untukku. Tapi, kudengar kau kembali menjalin cinta dengan orang yang ku temui dengan sahabatku waktu itu. Cukup aku berjuang untuk bertahan dan pesan terakhir dari mu yang selalu ku ingat.