Pasti kamu tau kita senang bercerita, terbawa suasana dan tertawa bahagia. Untukku yang sedang memilih sebuah jalan yang membawa impian; sama sepertimu cantik, aku juga berjuang untuk mimpiku sendiri. Hanya sedikit berbeda, kamu mengerjakannya bersama, sedang aku, sendiri. Aku masih belum dewasa, tapi jangan khawatir, pasti aku menemukan jalanku sendiri nantinya.

Hanya saja, karena suatu kebetulan aku bertemu dengan dia, teman bekerja, berdiskusi, berangan, berkeluh kesah jika penat. Dia yang mencintaimu.

Maaf sayang, aku sempat kesal padamu, tanpa mendengarkan dulu dari sisimu, apa keluh kesah mu.

Taukah kamu aku mendapati diri, terbawa dalam sunyi saat kamu memutuskan untuk meninggalkan dia. Disaat-saat tidak pastinya, saat yang sejauh itu adalah cobaan terberat untuk dia. Aku ingin tanyakan padamu mengapa, tapi aku tidak bisa.


Tugas menemaninya selesai ketika kamu memintanya kembali. Dia akan selalu kembali padamu. Dia yang selalu berjuang untukmu, aku tau itu.


Advertisement

Apakah akan menyakitkan jika kamu tau, walaupun tidak akan sebanyak yang kamu tau; tapi aku tau masa lalunya. Dia ceritakan padaku rahasia-rahasia kecil. Kita menjadi saling percaya. Aku sudah tau mimpi, harapan, rasa takut, trauma, dan sisi buruknya, aku sudah tau terlalu jauh.

Aku menjadi bagian dari kesehariannya bercerita dan berbicara tentang apa saja. Kita tidak berjumpa, tapi aku ada. Dia yang kucari untuk mencari sebuah kata pengertian di hari-hari burukku. Aku bukan seseorang yang semudah itu terbuka, hanya aku merasa aman jika menceritakan itu padanya. Dan aku terlalu senang, dan terlanjur sayang. Baru aku sadari aku sudah bergantung pada seseorang yang harus jadi milikmu seutuhnya.

Aku ingin berhenti berbicara, karena mungkin dia tidak menyimpan rasa, mungkin aku hanya sahabat, tapi kamu saja yang jadi sahabatnya juga. Karena aku tidak ingin jadi sesuatu yang tidak terlihat jelas olehmu.

Inginku? Kalian untuk selalu bahagia, apalah cinta kalau bukan penerimaan atas kenyataan dan berbahagia karenanya. Semoga aku segera mendapat kabar bahagia itu, teriring oleh doaku untuk kalian berdua.

Karena aku juga mempunyai rasa yang sama, aku juga seorang wanita. Salam dariku yang menjaga hatimu diam-diam.