Entah kenapa dan bagaiamana bisa, seseorang yang belum aku tahu nama serta rupanya bisa mengisi salah satu bait dalam doa. Membuatku selalu menangis disertai senyum dalam doa, karena pinta yang berlandaskan cinta mengharap ridhoNya. Kadang aku cemburu pada bidadari surga yang diperuntukan untuknya, sedangkan aku harus terus memperbaiki diri untuk membuat bidadari cemburu padaku.

Harapku, bisa berdiri di belakang sholatmu dang mengaminkan semua doamu. Bersama merajut iman dalam lantunan rindu mengharapkan surganya. Hadirmu memenuhi semua pinta dalam doa, ketika harap berbalas syukur. Lalu apa lagi yang aku minta, jika bersamamu menyempurnakan semua doa. Ketahuilah wahai seseorang yang entah siapa, aku bulanlah wanita yang sempurna seperti banyak orang pikirkan.

Tapi aku akan terus berusaha untuk menjadi sosok penyempurna dalam kehidupanmu. Seseorang yang akan membujuk Allah untuk megabulkan semua doamu, mendampingi setiap langkahmu, dan partner dalam ibadah yang kau lakukan. Tapi ketahuilah satu hal, kalau aku akan selalu menjadi tempat untukmu kembali pada saat dan situasi apa pun.

Tak banyak yang bisa aku berikan selain kesetiaan dan kepercayaan pada dirimu wahai imam. Tidak akan aku mendahului sebelum ada izinmu. Maka bimbinglah aku dalam takwa untuk mendapatkan manisnya iman bersamamu. Pernah suatu hari aku mengadu kepada Allah sambil menangis. Melihat diri yang masih banyak kekurangan dan berlumur dosa, akankah kau datang untukku atau kau akan pergi dengan wanita lain. Entahlah, biarkan, yang pasti dalam belajarku memperbaiki diri, selalu ada namamu yang aku harapkan.

Semoga kita dipertemukan dan disatukan dalam jalinan yang suci. Tapi kalau pun malaikat maut lebih dahulu datang dari pada hadirmu. Akan aku tunggu kau di surgaNya. Semoga cinta kita abadi dalam doa walaupun tak pernah bertemu di dunia. Akan ku tunggu saat itu, saat aku berdiri tepat di belakang solatmu dan mengaminkan semua doamu wahai imamku.