Dalam keheningan yang hadir pasca senja kau datang membobol ingatan. Mengusik pikiran yang sesungguhnya sudah bosan bicara tentang cinta. Ujian yang harus kita lewati kala itu membuat luka yang teramat dalam, meskipun ku tau itu bukan inginmu. Tapi apalah kita yang hanya seorang hamba, lakon didalam pentas drama kehidupan.

Sejujurnya jika boleh dikata, kamu tak akan pernah faham, kamu tak akan pernah mengerti, dan kamu tak akan pernah tau apa yang aku rasakan. Ini sakit sayang! Terabaikan tanpa kejelasan hingga akhirnya pergi tanpa ucapan selamat tinggal. Melepaskan apa yang pernah disebut “kita”.

Sebagai wanita, aku sangat terpesona dengan keelokan dan ketampanan pakertimu. Aku tau, kau ingin menghapus kisah lama tentang perempuan yang selalu ditakdirkan untuk menunggu. Tentang kisah menyedihkan kaum perempuan yang selalu merasa yakin penantiannya akan berbuah manis. Tapi bagaimana bila itu semua terjadi padaku?

Apakah kau masih ingin mengahapusnya. Kesetiaan yang terjaga pada buih-buih harapan dan pada tiap tetes butiran air mata yang jatuh saat tengadah kedua tangannya, apakah kau benar tak ingin memperjuangkan kesetiaan dari seorang wanita yang rela untuk menunggumu?

Pekat malam yang datang dengan resah menyadarkanku bahwa kau memang bukanlah hakku. Kau adalah milik ibu bapakmu, terlihat jelas jika mereka belum rela jika pangerannya harus pergi bersanding dengan perempuan yang masih belajar untuk membahagiakannya.

Advertisement

Ahh tidak ada gunanya untuku merengek padamu, meskipun kau tau tak mungkin untukmu menghapus batas yang telah dibuat oleh mereka. Sebelumnya jika boleh aku berucap jika alasan bersama yang kita jalani dapat mencipta ketidakberuntungan dimasa yang akan datang, akankah dengan aku tidak bersamamu dimasa itu ketidakberuntungan dipastikan tidak akan datang?

Aku butuh waktu untuk memulihkan semuanya, memulihkan asa yang terabaikan , membangun mimpi yang berantakan, mengembalikan senyum yang hilang dan membangun harapan sebagai penguat untuk melangkah ke depan.

Terimakasih telah pernah ada dalam ceritaku, tak usah kau khawatirkan gadis ini. Aku sudah siap jika memang sampai akhir cerita kita tak dieprtemukan jua. Anggap ini sebagai hadiah terbaik dari Tuhan untuk kita.