Jikapun akhirnya kata Comportable Dulu diharap selalu ada..
tapi sekarang tak begitu ceritanya..
mungkin dia lebih tahu Nalurinya seperti apa daripada harus memaksa Logika yg menjawabnya
kerena dia harus terus bergerak untuk memenuhi kosekuensi dari hijrah .

So,dia harus Hijrah lagi,hijrah terus,terus terus hijrah
😀

betapapun tak mampunya ,dan keluhnya kau ucapkan untuk Comportable tapi kalau Sang Pemilik Hati ,Allah swt menuntunmu kearah yg lebih baik,kenapa menolak??
Jika kelak Kau pemiliknya, rasa Comportable itu akan bersamamu
Percayalah Nothing Imposible..

Takdir Allah tak ada yg salah kita yg harus menjalankan dengan aturanNya..

So,dia harus pilih the first,berarti Meninggalkan tanpa beri kenapa dan mengapa.rasanya jauh lebih adil dan tak ada yg merugi daripada harus menjelaskan pada Semesta tapi tak ber impact

Advertisement

Good bye Comportable…
🙂

‎Satu Oktober berpacu Dengan Hujan