Jangan menggantungku seperti ini. Karena sama saja dengan membunuhku secara perlahan. Katakanlah sesuatu agar aku tahu pasti kondisi hatimu, apakah kau menerimaku, ataukah harus kujauhi dirimu. Aku bersedia menjadi kekasihmu, dengan syarat apapun yang kau mau. Tapi, jangan diamkan aku seperti ini.

Kau ini temanku kan? Kita selalu bersama kemana-mana, tak nyaman rasanya kalau kau bungkam seribu bahasa. Katakanlah sesuatu padaku, agar aku bisa berhenti berharap padamu, meski rasanya itu tidak mungkin.

Aku merasa kerdil berhadapan denganmu. Aku minder. Biasanya kita berteman tanpa peduli perbedaan. Tapi, setelah kuniatkan hatiku untuk mengungkapkan perasaanku padamu, aku jadi melihat segalanya. Aku sadar kau siapa dan aku siapa.

Jurang perbedaan ini terlalu lebar untuk kuseberangi. Aku jadi tiba-tiba tak mengenal siapa diriku dan siapa dirimu.

Baru pertama kali aku jatuh cinta, sepertinya cintaku mendarat di lahan yang salah. Aku terluka, terjatuh karena cinta. Dan aku harus belajar untuk bangkit lagi, merangkak menata hati.

Advertisement

Katakanlah sesuatu padaku, agar aku tak berharap banyak padamu. Kutahu tak pantas mendekatimu, karena itu tak pernah kulakukan. Tapi bisakah pertemanan kita kau pertimbangkan. Aku tak mungkin merayumu kan? Kita pernah menjadi teman, dan aku merusaknya dengan sebuah pernyataan. Katakanlah sesuatu, agar suasana tak lagi kaku.

Apapun jawabanmu, kan kuterima dengan lapang dada. Kan kubuang gengsiku sebagai perempuan yang tertolak cinta. Karena bagaimanapun, kau satu-satunya yang berhasil membuatku jatuh cinta setelah sekian lama. Biarlah kita tetap berteman seperti sedia kala, dan akan kuucapkan selamat tinggal pada cinta.

Kumohon, katakanlah sesuatu, agar kuberhenti berharap padamu. Kita berteman, aku sudah cukup senang kita kan selalu bersama, meski bukan sebagai sepasang kekasih.

Katakanlah sesuatu, agar aku tahu perasaanmu.