Hey Kamu, bagaimana kabarmu hari ini?
Aku berharap kabarmu masih sama seperti dulu saat kita terakhir bertemu untuk segera saling memisahkan diri. Senyum lebarmu yang dulu kau suguhkan padaku, masih aku ingat jelas, seakan memberikan banyak tanda tanya padaku. Aku tahu pasti kamu sendiri sama sepertiku tidak ingin keputusan berpisah ini harus kita hadapi.

Semoga kamu dapat membaca sepucuk surat kecil ini yang sengaja ku kirimkan ke Tuhan, jika tidak mau membacanya kuharap kamu bisa merasakan kasih sayangku, sungguh kamu adalah karya Tuhan yang sedang aku perjuangkan lewat doa.

Hey, kamu si cuek yang terkadang membuatku kesal karena jarang membalas chat dariku, namun juga membuat aku merasa rindu yang menggebu. Menghabiskan waktu denganmu memang tidak membutuhkan waktu berbulan-bulan tapi menyisakan kenangan-kenangan yang mengendap di dalam hati yang membuatku tetap menyayangimu hingga hari ini. Meski jarak kita sejauh langit dan bumi, status kita sudah tidak seperti dulu lagi, tapi sayangku masih sama seperti dulu. Ketahuilah bahwa kehilanganmu iabarat separuh semangatku hilang begitu saja, hal itu menunjukan bahwa ketika aku bersamamu aku punya semangat yang luar biasa. Namun terkadang kenyataan memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, aku harap pilihanmu yang memilih untuk pergi meninggalkanku adalah pilihan yang tepat untukkmu. Perbedaan prinsip yang mengharuskan kita untuk menapaki hari-hari dengan jalan dan cara kita sendiri. Tetaplah dihatiku, nanti jika waktunya Tuhan Yang Maha membolak-balikkan hati dan perasaan manusia akan mempertemukan kita lagi di waktu yang akan datang.

Kejar mimpimu, bahagiakan dulu orangtuamu lalu setelah itu berikanlah aku kesempatan untuk ada didalam skema kebahagiaan hidupmu. Entah kapan, kita sama sama menunggu, menunggu waktu yang sudah Tuhan siapkan.