Warna kehidupan selalu memiliki pesimistis dan optimistis dalam bentuk apapun.
Tergantung mau dilihat dari sudut mana kamu berada. Seorang pesimistis memiliki kecenderungan rendah diri, sekejap bersemangat..namun beberapa menit kemudian hilang rasa, memandang segala sesuatu seperti akan menyiksa..padahal itu belum tentu terjadi. Seorang optimistis memiliki mental baja, tidak terlalu peduli dengan banyak kata, tapi bukan berarti tanpa pertimbangan..bahkan mereka mungkin yang paling tahu cara menimbang yang baik karena sering jatuh dan bangkit dengan style baru.

Halooo…tentunya kalian termasuk golongan optimistis kan?? Meskipun bukan optimistis garis keras..
Kaum minoritas menganggap hidup berawal dari satu…bukan zero. Kalian pasti setuju, kita lahir sudah diberi sesuatu oleh Sang Pencipta..bukan kosongan. Akal dan pikiran. Meskipun kita juga harus mengasahnya dalam hiruk pikuk kehidupan yang semakin ganas menyapa.

Ya..demikian Tuhan dengan segenap perhitunganNya memberikan kita bekal. Dari 'satu' itu kita akan bergerak menjadi istilah 'dua'…'tiga'…dan seterusnya. Memiliki A-Z…
Lalu, siapa yang bertanggung jawab mengubah kita?? Tentunya kita sendiri. Kitalah yang bisa menentukan mau menjadi seperti apa kita…mau segemilang apa kita..ataukah hanya ingin menjalani ala kadarnya tanpa setitik upaya. Tuhan pastilah sudah masuk hitungan karena Dia pelukis handal dalam segala peristiwa. Dalam ajaran agamaku percaya bahwa Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum kecuali mereka mengupayakan untuk mengubahnya sendiri.

Dengan bekal 'satu' itu, kita bisa merencakan mengubah dunia. Merencakan untuk mengembangkan..ataukah ikut berpartisipasi dalam perusakan yang justru menimbulkan kehancuran.

Dengan bekal 'satu' itu, kita bisa melejit indah. Menggapai cita dan cinta dengan mudah..ataukah santai di tempat sementara segala sesuatu di sekitar kita terus bergerak walaupun itu hanya merangkak. Ketinggalan jauh dong..ayo bangun!!!

Advertisement

Kita sebenarnya mampu…mampu untuk mengubah keadaan kita, menjalankan pikiran dengan baik, mengolah rasa, kemudian mengemudikannya sesuai arah tujuan.
Ataukah.. kita justru lebih suka dikendalikan dan dikemudikan dengan pikiran-pikiran serta rasa kita..??

Memilih memang tak mudah..tapi harus!

Bukan hanya masalah pilihan..tapi juga ketepatan dalam pilihan.
Kamu berhak menggunakan bekal 'satu' itu dan memilih jalan yang ingin kau lewati, tapi jangan lupa memperhitungkan ketepatan pemilihan jalan. Jangan sampai ketika kamu tahu di depanmu ada dua jalan… aspal korea dan berbatu..kamu lebih memilih berbatu. Pilih yang tepat..dengan menambahkan sebuah unsur kebijakan dan pertimbangan di dalamnya. Yang baik, pasti akan baik dikemudian hari.

Lekas bergerak…'satu' cukup mungkin untuk bisa membawa harapan dan cita yang kokoh. 'Satu' juga sangat mungkin bisa membuatmu memilih tersenyum sebelum tidur untuk membangun mimpi sukses di hari berikutnya.

So…mari lebih optimis..hidup kita berawal dari 'satu' lho..!!!