"Hidup adalah perjuangan", kata nan sederhana namun sarat makna, mudah diucapkan namun sukar dilakukan. Kamu tentunya pernah mendengar atau bahkan memikirkan ketika seseorang mengatakan “Apa tujuan hidupmu?”, ada yang menjawabnya dengan lantang ada juga yang menjawab penuh kebimbangan.

Beberapa argumen pun muncul dan jika argumen-argumen itu disimpulkan semua orang setuju bahwa akar dari tujuan hidup adalah kesuksesan. Akar tetaplah akar yang selalu mempunyai cabang, pun sama dengan kesuksesan selalu mempunyai cabang, selalu mempunyai definisi dan arti yang berbeda bagi setiap individunya. Sukses selalu identik dengan kekayaan, kemewahan, jabatan namun ada juga yang mengatakan kesuksesan yang hakiki adalah kebahagiaan batiniyah.

Ya, hidup selalu membingungkan jika terus dipikirkan, karena itulah alasan Tuhan menyimpan rahasianya agar kita selaku manusia terus mencari dan mengungkap tabir rahasianya sendiri dengan cara berjuang.

Bukan maksudku untuk menggurui, akupun bukan motivator aku hanya sedang belajar dan mengingatkan, bukan mengingatkanmu saja tapi juga untuk mengingatkan diriku sendiri agar di masa yang akan datang kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kata orang, sukses itu hanya milik orang yang pintar, pendidikan tinggi dan segala prestasi akademis lainnya. Memang tidak ada yang salah dengan pernyataan itu tapi tidak juga sepenuhnya benar, jika kesuksesan hanya milik orang pintar lalu bagaimana dengan orang goblog seperti Bob Sadino yang bisa membuat kerajaan bisnisnya, jika kesuksesan hanya untuk orang yang berpendidikan tinggi lalu bagaimana dengan Andri Wongso yang hanya lulusan SD bisa menjadi pembicara dan motivator kondang di Indonesia.

Advertisement

Timbul pertanyaan besar sekaligus memberikan tamparan keras bagi kita yang merasa pintar dan yang sedang berjuang ataupun yang sudah berhasil meraih gelar pendidikan tinggi namun sampai saat ini kesuksesan tak kunjung datang. Kemudian timbul pertanyaan kembali, di mana letak kesalahannya?

Kawan, ini bukan persoalan benar atau salah, ini hanya soal pantas atau tidaknya kita untuk meraih kesuksesan tersebut. Memantaskan diri adalah hukum keterkaitan, hukum berpasang-pasangan, hukum timbal balik. Bukan hanya kesuksesan memantaskan diri untuk jodoh pun harus dilakukan. Karena laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya namun yang akan kita renungkan bukan perkara jodoh, melainkan merenungkan bagaimana agar aku dan kamu dapat meraih mimpi dan mencapai kesuksesan.

Kembali pada hukum memantaskan diri, mari berkaca dan bertanya pada diri kita sendiri,

Apakah pantas jika orang yang malas-malasan saban hari kerjaannya cuma tidur diberikan kesuksesan? Lalu bagaimana dengan kamu?

Apakah pantas jika orang sombong diberikan kesuksesan? Belum sukses aja sombong, apalagi jika sudah sukses. Lalu bagaimana dengan kamu?

Jika kamu sudah merasa pantas, namun kesuksesan tak datang juga silahkan bertanya pada dirimu sendiri “Apakah kamu sudah pantas di mata Tuhan untuk meraih kesuksesan?”.

Analoginya seperti ini, jika ada seseorang yang meminta bantuan kepadamu, apakah kamu bersedia membantunya? Aku yakin kamu akan dengan senang hati membantu orang tersebut, tapi jika seseorang itu datang meminta bantuan ketika ada maunya saja apakah kamu akan segan membantunya? Aku yakin dengan segala sifat egois yang dimiliki setiap manusia kamu akan segan dan sedikit ragu untuk membantunya.

Pun sama dengan Tuhan akan segan dan ragu memberikan pertolongan, bantuan, kemudahan jika kita beribadah ketika ada maunya saja, berdoa ketika ada perlunya saja. Kawan, bukankah Dia Maha Pengasih untuk hamba-hambanya? Percayalah kawan bukan berarti Tuhan tidak mau memberikan segala keinginanmu, Dia hanya ingin bercengkrama denganmu lebih lama, Dia hanya ingin mendengar lebih lama merdunya doa-doamu.

Kamu adalah pengamen bersuara merdu di hadapan-Nya, Dia ingin kamu bernyanyi sampai habis sesudah itu kamu akan dibayar mahal. Berbeda dengan pengamen lainnya, Dia tak ingin mendengar mereka bernyanyi lebih lama setelah itu mereka dibayar dengan segelintir receh.

Jika kamu sudah berusaha dan berikhtiar kepadanya namun kesuksesan tak kunjung tiba, mungkin Tuhan punya rencana lain yang menurut-Nya lebih baik karena Dialah Maha Pemberi Petunjuk, Dialah Yang Maha Mengetahui, mengetahui mana yang baik dan buruk untuk hamba-Nya. Sungguh Dia Yang Maha Agung yang selalu memberikan, mengarahkan dan memberi petunjuk. Terkadang apa yang baik di mata kita namun buruk di mata-Nya, apa yang kita sukai namun Dia tidak menyukainya. Hal itu sudah di jelaskan sejelas-jelasnya dalam firman-Nya,

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Jika itu bukan jalanmu satu pesanku jangan pernah menyerah, teruslah berjuang menggapai mimpimu, raih kesuksesanmu, percayalah Dia sedang menuntunmu di balik layar semesta, Dialah Sang Pemberi Petunjuk dikala kamu tersesat. Allah tidak akan memberikan sesuatu yang sia-sia kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Untukmu yang sedang terpuruk, janganlah lemah karena dengan-Nya kamu akan kuat. Bintang tidak bersinar di siang hari, begitupun kesuksesanmu kamu hanya perlu menunggu waktu yang tepat sampai Tuhan berkata, “Ini yang terbaik untukmu”. Karena berkat Tuhan datang tepat pada waktunya saat Tuhan merasa kita pantas untuk menerimanya.

Untukmu yang sedang terpuruk, bukankah malam adalah masa yang paling dekat dengan pagi? Bukankah malam yang gelap adalah saat saat dimana gemintang menabur sinarnya?

Kawan hidup bukanlah pertunjukan sulap, yang hanya membaca mantra simsalabim semuanya akan menjadi nyata, hidup bukan dunia maya hidup adalah realita yang harus kita perjuangkan. Hei kamu cepat sadar! coba lihat di belakangmu banyak yang mencibir, mencaci, memaki, bukankah kamu bermimpi meraih kesuksesan untuk membayar dan mengunci mulut-mulut mereka?! Lalu sampai kapan kamu akan berdiam diri? Segera pantaskan dirimu sekarang juga!

“Aku tidak akan merubah nasib seseorang, melainkan jika seseorang itu sendiri yang mengubahnya”

itu adalah pesan langsung Tuhan kepada kita, agar kita selalu berusaha dan dan berjuang. Tulis pesan itu kemudian tempel di kamarmu, pasang di wallpaper handphone mu agar setiap harinya kamu akan selalu ingat pesanNya. Karena nasib bukanlah takdir, nasib kita yang menentukan urusan takdir biarlah Tuhan yang mengaturnya. Kalau bukan kita yang merubahnya lalu siapa lagi?

Man Jadda Wa Jadda, Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil

Karena itu sukses bukan untuk orang hebat, melainkan untuk orang yang tepat, orang yang pantas untuk menerimanya. Untuk itu dengan rasa tanpa menggurui aku mengajakmu untuk memantaskan diri, bukan hanya memantaskan kepada apa yang kamu inginkan tapi juga memantaskan diri kepadaNya Sang pemilik alam semesta.

Pemilik rumah akan bersedia memberikan kunci rumahnya kepada orang yang dipercaya

Untukmu yang sudah berjuang namun kesuksesan tak kunjung datang, teruslah berjuang, jika lelah istirahat sebentar agar dapat berlari lebih kencang. Jika menurutmu sudah berjalan, mungkin di mata tuhan kamu masih merangkak, jika menurutmu sudah berlari, mungkin di mata Tuhan kamu masih berjalan. Kejar terus mimpimu, percayalah Tuhan sedang membantumu untuk meraih mimpi-mimpimu.

Selamat berjuang!