Dalam ribuan tahun sejarah kehidupan, manusia kerap bertanya-tanya “Apa tujuan Hidupku?”

Pertanyaan semacam itu kerap muncul dalam pemikiran justru ketika kita terbenam dalam lumpur kehidupan. Ketika semua yang kita lakukan tampak tidak berguna. Kehidupan yang kita jalani terasa hambar tanpa makna. Dan masa depan tampak kabur. Bahkan bagai meraba-raba dalam gelap. Tanpa tahu kemana harus melangkah.

Namun, kehidupan terus berjalan. Dunia terus berputar dan kehidupan selalu berlanjut. Entah kita hanya berdiam diri, entah kita terus melangkahkan kaki. Apapun yang kita lakukan, kehidupan terus berlanjut.

Hidup yang kita jalani sama seperti berjalan di atas pasir di tepi pantai. Hembusan angin yang menenangkan serta pemandangan yang membangkitkan decak kagum, semua keindahan yang dilihat oleh mata, akan membangkitkan memori akan masa-masa yang pernah terlewati. Manis atau pahit sekalipun. Dan setiap jejak langkah yang telah kita buat, pada masanya nanti, akan disaput gelombang. Dan sisa-sisa kejayaan ataupun kepahitan di masa lalu, semua akan menghilang. Perjalanan di dunia hanyalah langkah kecil menuju keabadian.

Tidak. Kita tidak diciptakan untuk tinggal dalam masa lalu. Yang lalu, biarlah berlalu. Hari esok segera tiba dan kita siap membuat jejak langkah baru di atas pasir. Dan hanya kita saja yang menentukan apakah akan meninggalkan jejak kesedihan atau jejak kebahagiaan. Semua itu ada di tangan kita sendiri. Mungkin saja arus kehidupan dan embel-embelnya menyeret kita pada satu arah. Namun, kita orang-orang kuat. Apapun yang menghalangi, kita akan selalu berhasil melewatinya.

Advertisement

Mungkin saja saat ini kehidupan tidak menyunggingkan senyuman, malah menampakan punggungnya dengan angkuh, lalu berjalan menjauh. Dan kau berpikir, apa gunanya melanjutkan hidup? Ah, mungkin kita memandang hidup dari kacamata yang salah. Mungkin kita menganggap kehidupan sebagai penghalang. Penghalang terhadap peruses dalam meraih mimpi-mimpi dan kesuksesan di masa mendatang. Mungkin pula kita harus belajar bersahabat dengan kehidupan. Dan sekali persahabatan itu telah terjalin, kita dapat memulai hari yang baru dengan semangat baru dan dengan keyakinan baru bahwa hidup ini benar-benar istimewa.

Lalu muncul lagi sebentuk pertanyaan, “Apa tujuan hidupku?”

Mungkin kau tak perlu berpikir terlalu keras untuk menjawabnya. Cukup katakan, aku hidup untuk bahagia.