Aku bukanlah seorang putri yang terlahir dari keturunan raja dan tinggal di sebuah istana yang megah. Aku bukan pula seorang anak konglomerat yang terlahir dari keluarga terpandang dan tinggal disebuah rumah yang mewah. Aku hanyalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana dan tinggal di sebuah gubuk yang menurutku sudah sangat cukup nyaman untukku.

Waktu itu aku adalah seorang gadis yang polos, yang sedang duduk dibangku SMA. Aku hanya akrab pada segelincir orang yang notabennya adalah sahabatku sendiri, bukan karena aku menutup diri atau tidak mau berteman, tapi karena aku hanyalah seorang wanita pemalu yang tidak percaya diri. Sebenarnya aku ingin berbaur dengan mereka semua, semua orang dari keturunan konglomerat sampai mereka yang bukan siapa-siapa sepertiku, tapi aku tak yakin mereka dapat menerimaku tanpa memandang sebelah mata.

Aku wanita biasa ini, juga pernah bermimpi bertemu dengan seorang pangeran yang akan menyelamatkanku dari kekurangpercayaan diriku ini dan dapat menerimaku apa adanya. Dan ternyata benar, pangeran itu datang tanpa melihatku dari sisi manapun. Dia yang selalu menyanjungku tanpa melihat kekuranganku, dia yang selalu menerimaku dalam keadaan apapun. Seorang pangeran yang berhasil membuat diriku menjadi percaya diri. Ya, dia hadir merubah kehidupanku yang nyata ini seperti sedang berada dalam dongeng.

Semuanya berjalan mulus, hari-hari berlalu dengan begitu bahagia bersamamu. Kamu yang selalu memperlakukanku layaknya seorang putri yang sangat istimewa untukmu. Tetapi tiba-tiba, sebuah undangan pernikahan yang diantarkan kerumahku saat itu, seperti sambaran petir dihari yang sangat cerah. Namamu yang tertulis di undangan itu bersama nama wanita yang entah sama sekali tak ku kenal, membuat dongeng kerajaan cintaku hancur berantakan tak tersisa sedikitpun pondasinya.

Entah mimpi apa aku sebelumnya, dan seperti sedang terbangun dari tidur panjangku yang berada di negeri dongeng. Aku baru sadar, pangeran itu hanyalah sebuah dongeng untukku. Inilah nyatanya, hidupku bukanlah sebuah dongeng yang selalu berakhir manis dengan pangeran impian seorang putri, hidupku juga bukanlah novel drama cinta yang selalu berakhir dengan "happy ending".

Advertisement

– Nyatanya cinta saja tidak cukup kuat menyatukan dua hati yang saling cinta tanpa ada takdir didalamnya

Tapi ku tutup hari itu, semua cerita di masa lalu dan kembali di kehidupan nyataku. Bahwasanya, hidup ini hanya berjalan sesuai takdir dan rencana ALLAH. Sambil berdoa aku yakin, dongengku akan berganti dengan takdirnya yang bermuara lebih indah dari cerita hidup yang aku inginkan.