Sejenak aku mengenang,ah. Bukan sejenak namun setiap waktu senggang yang aku punya. kenapa harus tentangmu? Orang yang hadir dan mengisi beberapa bilik yang aku biarkan terbuka di hatiku. Dan saat bilik-bilik spesial dalam hati mulai terpenuhi olehmu, kau pergi begitu saja meninggalkan luka yang sangat dalam.

terlalu menyayangimu adalah kesalahanku, ya sepenuhnya kesalahanku !

Bertahun lamanya hati ini mencoba kembali menerima, dan ahirnya aku sanggup. Sanggup mengikhlaskan ribuan kenangan yang kau ciptakan dengan mulai tersenyum pada diriku sendiri. Mulai menertawakan diriku atas ribuan detik yang aku siakan hanya untuk meratapimu. Aku tak berbohong. Sungguh, saat kau pergi, aku memang meratap. Mengunci diri dalam kamar, sempat tak makan walau hanya satu hari . Aku membatasi semua gerak dan pergaulanku, takut terluka lagi.

Teruntuk dirimu yang menjadi kenangan dari diriku di masa silam. Terimakasih telah datang. Memberi pelajaran dan melukai. Cukup sudah semua kini aku simpan di kotak bernama "masa lalu" . Aku sudah tertawa lagi kini, tentunya tanpamu. Tuhan memang adil, meski saat itu aku sangat terluka dan terpuruk. Tapi, Tuhan mengajarkanku bagaimana menjadi pribadi yang lebih tangguh. Ya, lebih tangguh !

kini, aku lebih tangguh dan mandiri ~aku_kenangan

Advertisement

Mengikhlaskan memang terdengar sulit, namun kondisi ini hanyalah menunggu kesiapanku dan kesiapan kalian untuk menerima. Bahwa kita tak akan kembali ke masa lalu. Sekeras apapun kita menginginkan saat saat itu kembali, semua hanya sia-sia. Karena sekeras apapun kita berusaha, waktu tak akan pernah berputar mundur. Itu saja.