Tetes demi tetes yang mengalir dari atas langit menyatu dengan anak manusia yang tengah melihat sebuah kenangan bersamanya. Menyatu dengan bumi dalam tanah basah. Mengupas semua yang pernah kau dan aku alami.

Semuanya. Aku, kau dan hujan.

Ingatkah karena hujan kita bertemu? Ingatkah karena hujan kita bisa menyatu. Hujan bagaikan orang ketiga diantara kita, memberikan warna dan memberikan kenangan antara aku dan kau. Menyatu dalam setiap tetes dan dinginnya hujan. Betapa indahnya masa-masa itu. Ketika menepi berdua menikmati hujan bersama. Atau kita berdua menyatu bersama hujan. Menari dalam derasnya hujan. Dan hujan sebagai saksi akan cinta kita.

Hujan sebagai pengingat kita, hujan sebagai tanda kita. Walaupun terkadang, karena hujan kita tidak bisa berjumpa. Walaupun karena hujan kita tidak bisa menghabiskan waktu untuk berdua. Dan sekali lagi, aku berterima kasih pada hujan, karena hujan kita bersama.

Tapi, untuk saat ini aku ingin hujan menghapus semua kenangan tentang kita. Bukan berarti aku membenci hujan, hanya saja ada satu hal membuat setiap kenangan yang kita buat begitu menyakitkan. Biarkan aku disini memeluk hujan.

Advertisement

Membiarkan seluruh kenangan itu hilang dalam ingatanku. Membiarkan hujan menghapus semua yang pernah kita lakukan dengan hujan ini. Dan membiarkannya mengalir menyatu dengan bumi. Aku yang selalu bersamamu menari dan tertawa di tengah hujan, tapi kini aku hanya terdiam dan membiarkan hujan membasahi tubuhku.

Menangis dan membiarkan semuanya pergi.

Hujan, sampaikan padanya bahwa aku ingin kenangan semua tentangnya berakhir. Hujan, sampaikan padanya jika aku telah iklhas melepasnya. Dalam rintiknya hujan, biarkan aku menangis hanya untuk saat ini.

Dan selanjutnya berikan aku mimpi yang harus aku taklukan