Ibu, suatu saat nanti, anakmu ini akan menjadi seorang ibu juga. Suatu saat nanti, anakmu ini akan merasakan yang selama ini kau rasakan. Suatu saat nanti, aku akan menjadi ibu yang paling bahagia ketika mendengar tangisan pertama dari anak yang kulahirkan.

  Entah berapa lama lagi, tapi aku pasti akan menjadi seorang ibu. Tapi, apakah aku bisa menjadi sepertimu?

Ibu, sejujurnya aku ketakutan. Aku takut tak bisa menjadi sepertimu, manusia paling sempurna yang pernah kulihat.

  Kau wanita yang tak pernah meneteskan air mata didepan anak-anakmu, meskipun aku tahu betul betapa terlukanya hatimu. Kau tak pernah menghapus senyum bahagia dari bibirmu, menyembunyikan rasa sakit yang kau rasa. 

Ibu, apakah aku bisa menjadi sepertimu? Aku bahkan sering mengobral air mata saat hatiku sedikit tergores. Aku bahkan tak akan bisa tersenyum tulus sepertimu, untuk menutupi rasa sakit yang aku rasa. Bagaimana jika nanti aku menjadi seorang ibu? Bisakah aku menjadi sepertimu, yang sanggup menahan sakitnya hati, tersenyum tulus, dan tak biarkan anak-anakmu melihat air matamu sekalipun?

Advertisement

Ibu, mengapa aku rasanya tak sanggup untuk menjadi sepertimu? Menjadi seorang ibu yang bahkan tak pernah berteriak kesal karena kelakuan nakal anak-anakmu. Ibu, bagaimana caranya untuk bisa meredam amarahmu begitu hebatnya? Kau seperti lautan yang tenang, bahkan tak pernah sekalipun ku lihat riaknya. Aku malu bu, aku bahkan bisa meledak hebat hanya karena hal kecil. Aku malu jika suatu saat nanti anakku melihat bagaimana dahsyatnya ledakan amarahku. Apa yang mereka pikirkan? Aku takut mereka menganggapku seorang monster. Ibu, tolong ajari aku untuk bisa tenang sepertimu.

Ibu, bisakah aku menjadi wanita kuat sepertimu? Kau tak pernah mengeluh sedikitpun, walaupun aku tahu bagaimana letihnya dirimu mengerjakan semua tugas sebagai ibu.

  Kau bangun sebelum sebelum matahari terbit, dan tak akan pergi tidur sebelum memastikan anakmu telah lelap.

Ibu, aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana lelahnya tugas untuk menjadi seorang ibu. Bagaimana caranya untuk bisa menjadi sepertimu, ibu?

Ibu, bisakah kelak aku menjadi wanita yang ikhlas melakukan apapun demi anakku? Bisakah aku menjadi sepertimu yang berkata sangat kenyang ketika kau hanya memakan nasi, dan memberikan lauknya untuk anakmu ini? Mungkinkah aku bisa menahan rasa kantuk saat menjaga anakku nanti, seperti kau yang tetap terjaga menjagaku saat aku sakit dulu? Ibu, tolong berikan aku sedikit rasa ikhlas yang kau miliki, agar aku bisa menjadi sepertimu.

  Ibu, apakah kau tak pernah merasa sedih sedikitpun? Apakah kau tak pernah merasa marah sekalipun? Atau mungkinkah kau tak tahu ada kata lelah yang bisa kau ucapkan saat tugasmu sebagai ibu tak pernah usai? Ibu, mungkinkah aku bisa menjadi sepertimu?

Sebenarnya aku tahu, bahwa aku tak akan pernah bisa menjadi sepertimu. Tapi doakan dan tolonglah aku agar bisa menjadi ibu yang baik, meskipun aku ingin menjadi ibu yang sempurna sepertimu. Ibu, saat aku kelak telah memiliki anak dan menjadi seorang ibu, tolong tegur aku jika kau melihatku menangis di hadapan anakku. Ibu, tolong ingatkan aku untuk selalu tersenyum di hadapan anakku meskipun aku merasakan sakit. Ibu, bantulah aku untuk bisa tenang sepertimu, meskipun aku sedang kecewa dan marah. Ibu, kau sering berkata bahwa semua rasa ikhlas dan mengalah akan tumbuh saat kelak aku menjadi seorang ibu. Jika memang hal itu benar, apakah aku bisa menjadi sepertimu, ibu?