Ada hari di mana mengingatmu adalah hari terburuk. Aku tak lagi bisa bernafas lega, setiap coretan yang kutulis ada nyawamu di situ. Seperti aku adalah penuh dengan kesedihan, karena hari di mana aku kehilanganmu adalah hari energi di hatiku terkuras habis tak bersisa.

Ada hari dimana mengingatmu adalah kesal. Aku seperti ingin memukul-mukul ingatan, aku tak bisa menahan energi-energi negatif berkeliaran dikepalaku. Disitu, kamu pernah membuatku kecewa, sangat kecewa, melebihi apapun yang pernah ku percaya.

Ada hari di mana mengingatmu adalah air mata. Beruntung stok air mataku berlimpah karena jika tidak, sejak hari aku kehilanganmu aku tak lagi bisa merasakan tangis, karena air mataku terkuras habis dibuatnya saat itu. Rasa sakit itu masih ada. Di sana, dititik itu, di mana aku pernah sangat percaya padanya.

Melupakanmu adalah yang tak mungkin aku usahakan sampai kapanpun. Kubiarkan ingatanku sesekali memutar memori saat bersamamu. Karena aku meyakini bahwa selama aku masih memiliki ingatan, kamu akan terus ku ingat. Selama itu, aku terus menyimpanmu, di sana.

Karena pergi yang berhasil adalah bukan saat kamu benar-benar bisa melupakannya, melainkan saat kau masih mengingatnya tapi hatimu benar baik-baik saja.