Kualitas hidup. Orang bilang Quality of LIFE.

Keren ya istilahnya. Sayang, banyak orang mudah mengucapkannya. Tapi sulit melakukannya. Dari tahun ke tahun, hidup begitu-begitu aja. Gak ada yang berubah. Bukan meningkat malah menurun. Kok bisa sih kamu?

Quality if Life. Seberapa puas kamu dengan kualitas hidup kamu sekarang? Sudah puas atau belum, kamu yang tahu jawabannya. Kalo udah puas, ke depan kamu harus mempertahankannya. Kalo belum puas, kamu harus pelajari cara-cara baru agar kamu lebih bernilai dalam hidup.

Quality of Life.

Kamu gak usah membuat perubahan besar untuk menuai hasilnya. Kerjakan saja perubahan kecil agar kualitas hidup kamu menjadi lebih baik. Hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri sendiri atau orang lain. Agak kamuflase memang, tapi bukan berarti tidak boleh kan…

Advertisement

Quality of Life.

Dimulai dari tindakan kecil yang setiap hari kamu lakukan. Tindakan yang baik, yang efektif dan bermanfaat bagi orang lain. Gak usah besar tapi gak ada hasilnya. Lebih baik yang kecil tapi berkualitas. Quality of Life. Quality of Life. Ketika kamu tidak bergunjing, tidak berkeluh kesah, tidak mencari salah orang lain, tidak berpikir negatif tentang apapun dan siapapun.

Quality of Life itu terjadi ketika kamu tidak sibuk dengan urusan orang lain. Tapi sibuk dengan urusan diri sendiri. Untuk selalu memperbaiki diri dan menambah values diri kamu buat orang lain. Keren ya kalo cuma ngomong doang. Tinggal kamu bisa buktikan atau tidak?

Quality of Life.

James Bender dalam "How to Talk Well" (McGray-Hill Book, 1994) memuat kisah seorang PETANI yang menanam jagung unggulan dan sering menang penghargaan.

Suatu hari, seorang wartawan mewawancarai kisah suksesnya dan mendapati petani itu MEMBAGIKAN benih jagungnya kepada para tetangganya.

"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu BERSAING dengan mereka untuk memanen jagung yang berkualitas?" tanya wartawan penuh rasa heran dan takjub pada sang petani.

"Iya, saya lakukan karena dengan begitu angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang bagus dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung KUALITAS UNGGUL, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani sederhana.

Petani ini sadar dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama. Itulah Quality of Life.

Dalam KEHIDUPAN, mereka yang ingin menikmati KEBAIKAN, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Jika kamu ingin BAHAGIA, kamu harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika kamu ingin hidup dengan MAKMUR, kamu harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang sekitar.

Kamu tidak akan mungkin menjadi orang yang HEBAT jika kamu gagal menghebatkan orang-orang sekitar kamu. Karena KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH KUALITAS ORANG-ORANG DI SEKITAR KAMU.

Orang cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain. Orang baik adalah orang yang berbuat kebaikan bagi orang lain. Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu panen. Sederhana kan, itulah Quality of Life.

Quality of Life.

Gampang-gampang susah. Atau susah-susah gampang. Entahlah, terserah pikiran dan tindakan kamu kok. Asal jangan cuma diskusi dan wacana. Quality of Life akan terjadi jika kamu bertindak. Mulai sekarang dan untuk ke depannya.

Gimana untuk memulainya?

Quality of Life itu bukan rencana. Tapi tindakan yang harus dilakukan. Agar hidup kamu lebih baik dari kemarin. Dan itu butuh kesungguhan. Agar kualitas hidup kamu meningkat dari yang kemarin. Pilih aja cara yang sederhana, gak usah yang sulit.

Inilah 6 cara tingkatkan kualitas hidup kamu:

1. Tetapkan Tujuan. Apa yang kamu ingin capai dalam hidup dan apa yang harus dilakukan. Gak usah banyak omong tentang tujuan. Kerjakan saja agar tujuan bisa tercapai.

2. Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri. Sekarang ini semua orang sibuk untuk orang lain. Hingga gak punya waktu untuk diri sendiri. Kamu butuh waktu khusus untuk mencapai tujuan kamu. Katakan janji terpenting adalah janji pada diri kamu sendiri. Bukan janji pada orang lain.

3. Rancang Puzzle Hidup Kamu. Hidup kamu bukan ditentukan orang lain. Tapi kamu yang harus rancang hidup kamu. Dari mana dan mau ke mana? Hidup kamu itu ibarat puzzle, kamu yang harus rancang susun dan kelola sendiri. Mana yang prioritas mana yang tidak, mana yang penting dan tidak penting, mana yang genting dan yang tidak genting?

4. Bantu Orang Lain. Hidup yang baik itu ketika kamu bisa bantu orang lain. Bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi rutinitasnya agar kebaikan dan bantuan kamu terpelihara setiap saat. Karena bantuan kamu adalah sumber kebaikan kamu sendirii yang melapangkan semua ikhtiar dan tujuan kamu.

5. Atasi Ketakutan. Rasa takut itu bikin kamu mundur. Buat memikirkan yang belum tentu terjadi. Kamu hanya perlu lakukan, bukan takutkan apa harus dilakukan. Tujuan gak akan ada yang tercapai bila kamu ketakutan.

6. Hidupkan Ikhtiar Di Saat Ini. Lakukan saja saat ini, karena saat ini adalah satu-satunya waktu yang kamu miliki secara nyata. Hari kemarin sudah lenyap selamanya dan esok belum tentu datang untuk kamu. Gak usah lihat ke belakang atau terlalu berpikir ke depan. Hiduplah untuk saat ini agar kualitas hidup kamu lebih baik.

Quality of Life.

Renungkan dan lakukan saja. Gak usah gubris orang lain. Karena kamu dibangun oleh diri kamu sendiri sesuai dengan kodrat Allah. Orang mungkin ragu pada apa yang kamu katakan, tetapi mereka percaya pada apa yang kamu lakukan.

Quality of Life itu sederhana.

Kamu harus terus meningkatkan keahlian setiap saat tanpa perlu kamu merasa menjadi seorang Ahli.

#Catatan Akhir Tahun @Gn. Salak Bogor #BelajarDariOrang Goblok