Mencintai seseorang jelas akan mengubah dirimu. Pengaruh dari orang yang paling kamu sayang akan membawa perubahan dalam perilaku dan sikapmu. Kalau baik sih jelas tidak apa apa, tapi kalau ternyata pengaruhnya buruk ke kamu hmmmm itu harus dipertimbangkan lagi.

Karena sering sayangnya sama seseorang, kadang kita jadi melakukan hal hal bodoh yang bisa merugikan diri sendiri. Saat cinta sedang membutakan mata, hal ini kerap tidak kita sadari. Ingin mendapatkan tapi terhalang, inilah yang penulis alami sendiri hehe..

Rasanya baru kemarin aku melihatmu dari kejauhan, memandang dengan penuh minat akan apa yang kamu lakukan. Kamu seperti candu, membuatku selalu ingin bertemu meski hanya melihatmu bertopang dagu. Dulu aku masih berpikir kekanak-kanakkan, mungkinkah kamu pernah melihatku walau sebentar?

Ya ini sekedar aku, laki laki yang dari jauh menyimpan kagum teramat dalam. Mungkin tidak akan kamu ketahui rasanya memandangmu dalam diam dan senyuman sekaligus diam diam mengamatimu yang sibuk bercengkrama dengan teman temanmu yang hampir kuhafal namanya. Ya, apakah ini memang sekedar kagum yang diam diam?

"Aku tak berani patah sebenar-benarnya patah"

Advertisement

Jika kenyataannya kamu mencintai orang lain, tanpa sedikitpun menoleh padaku adalah hal yang kuyakini akan terjadi. Aku cukup tahu diri untuk tahu siapa diriku. Siapakah aku bagimu? Hanya keping ingatan yang kamu lupakan, bukan?
Kamu berlalu meninggalkanku yang tergila gila padamu. Sedang aku, olehmu tak pernah kamu rindukan pertemuan tanpa sengaja itu.

Atau bahkan kamu benar benar tidak akan pernah mengingatku. Barangkali kamu hanya mengira aku sebagai salah satu dari sekian banyak teman temanmu.Ya, barangkali hanya itulah aku bagimu.

Karena sekali lagi tak apa, sungguh. Hanya dengan memandangmu dalam diamku, kupikir sudah lebih dari cukup untuk mengisi ruang hatiku yang penuh candu akan rindu.

"Pada waktu aku berujar, beranjaklah sampai aku lupa bahwa aku pernah menunggu..
Pergilah, sampai aku lupa bahwa aku sudah ditinggalkan.
Berlalulah, sampai aku lupa bahwa aku telah dilupakan.
Sedang olehmu, aku benar benar menjadi kepingan yang pecah dan tak pernah meninggalkan sisa."

Seperti orang bodoh yang mencintaimu walau sudah berlalu, merindukan senyummu yang kutahu bukanlah untukku. Mengkhayalkan pertemuan pertemuan tanpa sengaja seperti biasa meski kutahu pertemuan itu tak pernah kau harapkan

Ya, sekedar aku laki laki yang mencintaimu dalam sebenar-benarnya dalam diam.
Ya, sekedar aku laki laki yang menjadi keping ingatan yang kamu biarkan.