Hari ini, akhirnya aku dapat beristirahat sejenak setelah seminggu ini disibukkan dengan kerjaan yang rasanya tidak kunjung selesai. Seminggu ini merupakan seminggu yang sangat melelahkan. Aku harus menyiapkan dan memperbaiki proposal serta presentasi untuk klien besarku. Setelah seminggu ini total hanya tidur sekitar 10 jam, akhirnya semua terbayar juga. Klien besarku puas dengan hasil kerjaku dan memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan tempatku bekerja. Kemarin, klienku akhirnya menandatangi kontrak dengan pemilik perusahaan. Oleh karena itu, aku diberikan banyak bonus, termasuk bonus cuti selama tiga hari.

Aku memutuskan menggunakan hari pertama ini untuk beristirahat di rumah dan membereskan beberapa pekerjaan rumah tangga yang terbengkalai. Melihat banyaknya baju yang belum dicuci, maka aku memutuskan pekerjaan rumah tangga yang pertama akan kulakukan adalah mencuci. Aku juga teringat aku mau mencuci beberapa tasku. Ketika aku baru mau memilah baju dan tas yang akan kucuci terlebih dahulu, aku tiba-tiba teringat yang diucapkan oleh ibuku ketika aku kecil. Saat kecil, aku termasuk anak yang cukup aktif dan suka mencoba sesuatu yang baru, maka baju dan tasku mudah sekali kotor. Setiap kali barang-barangku kotor, aku akan melaporkannya ke ibu dan ibu sering menanggapi laporanku tersebut dengan berkata bahwa jika kotor maka dicuci. Seringnya mendengar tanggapan tersebut, membentuk persepsiku terhadap barang-barang, terutama baju atau tas yang kotor. Aku jadi terbiasa untuk membersihkan baju dan tas yang kotor dengan cara mencuci barang-barang tersebut. Akan tetapi, semakin dewasa aku semakin menyadari bahwa tidak semua barang dapat dicuci dengan sabun, bahkan ada beberapa barang atau bahan tertentu yang harus dibersihkan dengan cara khusus atau tidak boleh dicuci dengan sabun dan air. Sebagai contoh, baju dengan bahan rajutan atau wool lebih disarankan untuk dicuci dengan tangan (tidak menggunakan mesin cuci), atau tas dengan bahan kulit tidak disarankan untuk dicuci dengan air panas atau detergen. Ada beberapa jenis bahan tas yang tidak disarankan untuk dicuci. Jika tas tersebut kotor, lebih disarankan untuk membersihkannya dengan menggunakan alkohol atau cairan pembersih khusus.

Aku tiba-tiba jadi teringat juga dengan diriku dan setiap masalah yang terjadi dalam diriku. Aku merasa hal tersebut juga berlaku dalam setiap masalah yang terjadi dalam hidupku dan cara aku menyelesaikan masalah tersebut. Banyak masalah yang telah kulewati hingga saat ini. Aku harus menggunakan berbagai macam cara untuk membersihkan diriku dari setiap masalah yang ada. Aku tidak bisa selalu langsung menggunakan “sabun” dan “air” untuk menyelesaikan hingga bersih. Ada masalah-masalah yang dapat diselesaikan dengan langsung, misalnya ketika waktu itu aku ditilang, aku lalu pergi pengadilan dan membayar denda, maka masalah selesai atau pada saat itu, ketika aku tidak sengaja membuat mobil temanku rusak, aku meminta maaf dan menawarkan diri untuk mengganti semua biaya perbaikannya. Akan tetapi, ada juga beberapa masalah lain yang memerlukan cara yang berbeda untuk dapat diselesaikan.

Aku ingat sekali ketika aku patah hati atau ketika aku dikhianati oleh temanku. Aku berusaha untuk memerdekakan diriku dari perasaan tidak mengenakkan tersebut dengan mencoba untuk tidak memikirkannya. Akan tetapi, semakin aku berusaha untuk tidak memikirkannya, aku malah semakin tidak bisa lupa. Mengetahui masalahku tersebut, sahabatku mengajakku untuk travelling dan mencoba berbagai hal baru sehingga aku dapat memerdekakan pikiranku dari mantanku atau temanku. Seiring berjalannya waktu, lama kelamaan aku dapat melupakan mantanku atau masalah dengan temanku tersebut. Mungkin itu yang dimaksudkan orang-orang yang mengatakan bahwa time will heal the pain, waktu yang akan menyembuhkan luka. Aku juga menyadari bahwa terkadang untuk merdeka dari masalah masalah tertentu, seseorang tidak selalu harus menghadapi masalah tersebut dengan langsung.

Aku juga jadi teringat dengan kejadian beberapa waktu lalu. Pada saat itu, laptopku tiba-tiba tidak bisa menyala dan akhirnya membuatku menjadi panik. Untungnya, saat itu aku tiba-tiba teringat dengan temanku yang dapat membetulkan laptop. Aku segera menelpon temanku tersebut dan memintanya untuk datang ke tempatku. Selang beberapa waktu kemudian, laptopku dapat menyala kembali seperti biasanya. Pengalaman tersebut membuatku berpikir bahwa sama seperti tas yang memerlukan cairan khusus untuk dapat dibersihkan, ada beberapa masalah yang memerlukan orang lain untuk dapat diselesaikan.

Advertisement

Aku jadi semakin menyadari bahwa ternyata memang ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat membuat seseorang merdeka dari masalah mereka. Dari pengalamanku saja, aku sudah menemukan banyak cara untuk dapat menyelesaikan masalahku. Orang lain juga pasti punya cara-cara mereka sendiri. Walaupun setiap orang punya cara yang berbeda, tapi pasti tujuan mereka sama untuk merdeka dari masalah mereka. Seperti halnya baju, mungkin masalah juga akan lebih mudah diselesaikan jika dipilah terlebih dahulu, sehingga seseorang dapat memikirkan atau mempertimbangkan terlebih dahulu cara menyelesaikannya. Aku jadi penasaran hal yang biasa orang lain lakukan terhadap masalah mereka. Apakah mereka berusaha untuk merdeka dari masalah mereka atau justru menikmati masalah mereka? Cara apa yang mereka dapat lakukan untuk merdeka dari masalah mereka?

Ketika aku sedang berpikir tidak jelas, tiba-tiba handphoneku bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Getaran handphoneku tersebut mengingatkan aku kembali ke realita bahwa masih banyak hal yang harus aku lakukan hari ini. Jika aku tidak segera memulai untuk mencuci, maka cucianku tidak akan selesai. Jika cucianku tidak selesai, maka dapat menimbulkan masalah baru yaitu aku tidak dapat beristirahat dengan tenang. Ah! Aku jadi menyadari cara yang lain agar dapat merdeka dari masalah, yaitu jangan membiarkan masalah itu muncul. Mungkin cara ini akan menjadi salah satu cara yang terbaik untuk membuatku merdeka dari masalah.