Hai, Apa kabar kamu yang di sana?

Hai kamu yang disana. Apa kabar … baik-baik saja kan tanpa aku. Apa kabarmu setelah menyetujui keputusan aku untuk pergi darimu. Mungkin aku tak cukup baik juga untuk masuk ke kehidupanmu. Aku pergi setelah dikonfrontasi orang-orang yang lebih berhak menyayangimu. Mereka takkan mau menyukaiku bila terus mengusik kehidupanmu

Aku kalah karena keegoisanku…

Aku kalah sayang … Kalah karena keegoisanku yang sangat ingin memilikimu. Bukannya aku tak mau berjuang lagi. Aku ingin tapi ku tak suka caramu. Hanya saja aku tak mau mengiikuti keegoisanku. Aku sadar bahwa mereka lebih berarti bagimu daripada sebuah hubungan yang tak tau ujungnya ini. Maaf sayang aku takut kehilanganmu aku pun takut akan menjadi lebih egois lagi nanti jika terus bersamamu.

Sepertinya kamu tak pernah mengenal aku

Hai… Ini tgl 26 yang ke 9 kalinya sejak ku pergi darimu. Aku masih merindukanmu.. perasaan ini masih sama. Hai kamu.. tak sebegitu mengenal aku kah kamu selama ini? Aku sengaja pergi untuk kau cari. Tampaknya sinyal itu tak bisa kau tangkap.

Ah … aku bisa apa, ini salahku juga. Sekarang cahayaku sudah mati di hatimu , tak seperti diriku yg selalu menunggu bunyi getaran pagar rumahku kamu buka untuk menemuiku. Hampa, tak berharga, marah , sedih entah kepada siapa. Rasanya indah sekali sayang ….

Akhirnya bukan aku yang kau sebut di dalam doamu…

Baumu, suaramu, gumamanmu dan semua tentang kamu begitu melekat di hati dan fikiranku. Heh . rasanya aku rindu mendengar keluh kesahmu. Aku rindu disaat aku kamu kejar-kejar. Lucu yaa .. Padahal kamupun sudah memintaku untuk mengubur dalam-dalam perasaanku padamu.

Advertisement

Sudah jelas kamu tunjukan padaku bahwa bukan aku yang kamu inginkan. Bukan aku yang kamu sebut dalam doa-doamu.

Bagaimana mungkin sayang??

Sayang … Aku cukup bahagia ternyata sampai detik ini kamu baik-baik saja .. Tak seperti aku… ini sulit untukku. Kamu bilang “lupakan aku, carilah seseorang yang lebih baik darimu”. Bagaimana mungkin sayang .. bagaimana mungkin secepat itu. Bagimana mungkin aku semudah itu mencari pengganti mu.

Bagaimana mungkin aku cepat saja melupakan kenangan 6 tahun kita. Kamu yang menguatkan aku di waktu itu. Mungkin hanya aku yang susah lupa. Kesalahanmu yang selalu menari-nari di benakku pun tak ku hiraukan. Salahkah aku sayang? Apa hanya aku yang memimpikannya?

Ah … bodohnya aku. Maaf sayang .. aku tak menyuruhmu kembali. Mulai hari ini aku takkan berusaha untuk melupakan mu. Kan ku biarakan mereka mengalir seperti apa adanya.