Hai kamu yang ada di sana, yang selalu menatapku dalam diam dan kemudian tersenyum manis, taukah kamu betapa aku merindukanmu sekarang?

Kamu mungkin tidak menyadari betapa besar kerinduanku padamu hingga aku ingin memelukmu erat-erat di dekapanku. Betapa aku ingin mengecup pipimu dan mengatakan bahwa aku begitu mencintaimu.

Aku tau perjalanan cinta kita tidak seindah yang kita bayangkan, banyak hal-hal kecil yang membuat kita beradu mulut, saling diam dan tidak saling menyapa terlebih dahulu dikarenakan ego kita masing-masing dan karena gengsi.

Pantaskah itu kita tertawakan sekarang ?

Menurutku iya .. Bukankah sungguh lucu sekarang apabila kita bahas kembali di saat kita berdua duduk tenang di tepi pantai sambil memandang indahnya laut senja?

Advertisement

Begitu banyak hal yang ingin kusampaikan padamu dan tidak bisa keluar dari mulutku. Hanya diam dan senyuman yang bisa meleburkan segalanya ketika aku sedang berada di sisimu. Hanya bahagia dan tawa yang ingin aku rasakan kala aku sedang bersamamu, tidak yang lain, apalagi perbedaan pendapat yang kerap kali terjadi di antara kita.

Terkadang aku merasa lelah ketika amarahku sedang panas-panasnya, aku menyalahkanmu dan begitu juga sebaliknya, tidak ada yang mau mengalah di antara kita berdua, hingga pada titik malam yang melelahkan kita saling menyerah dan mendinginkan perasaan.

Maafkan aku yang terkadang begitu keras dan menganggap aku selalu benar,

Maafkan aku yang selalu menganggapmu pria yang egois ketika kita bertengkar, tanpa menyadari betapa egoisnya juga diriku. Aku hanya ingin diperhatikan dan merasa dinomorsatukan tanpa memikirkan perasaanmu. Aku hanya ingin menang dan mendengar maaf darimu yang kadang seharusnya keluar dari mulutku.

Tidak kusadari betapa sabarnya dirimu selama ini menghadapiku, menghadapi sikapku yang kekanak-kanakan, menghabiskan hari liburmu bersamaku yang terkadang sungguh membosankan, tapi dirimu tidak pernah mengeluh atau beranjak dari sisiku, kau selalu berusaha memenuhi keinginanku sejauh yang bisa kamu lakukan.

Terima kasih karena masih berada di sisiku, terima kasih masih menggenggam erat tanganku. Aku tau tidak ada manusia yang sempurna . Tidak dirimu, tidak juga diriku.

Untuk kau yang ada di sisiku, bertahanlah denganku, pada kekeras kepalaanku, karena harapanku hanyalah bisa membangun masa depan yang indah bersamamu, menyusuri pantai sambil menertawakan kebodohan-kebodohan yang telah menyatukan kita dahulu.

Dan pada saat itu tiba, dengan hati yang tulus akan kukatakan padamu bahwa aku mencintaimu lebih dari segala-galanya.