Biar kuceritakan sesuatu padamu, Lit. Ada beberapa hal yang aku kagumi dari perempuan sepertimu. Perempuan yang mengenal siapa dirinya dan tahu betul apa yang ia inginkan. Perempuan-perempuan sepertimu, Lit, tidak akan menyusahkan orang lain dengan rengekan manja mereka, meminta ini dan itu dengan alasan perempuan harus mendapat kemudahan dalam segala hal.

Tapi mereka tidak akan memaksakan diri mereka, membahayakan diri mereka dan orang lain dengan tidak menerima bantuan sama sekali. Mereka mengerti batasan diri mereka sendiri tanpa perlu kendali orang lain. Lit, aku tak pernah habis pikir tentang perempuan-perempuan sepertimu. Mereka bisa mengungkapkan argumen-argumen mereka dengan lugas. Mereka orang-orang yang mementahkan pernyataan bahwa perempuan murni makhluk perasa, bukan pemikir.

Perempuan-perempuan sepertimu adalah ahlinya filsafat, Lit. Mereka dapat mengupas dunia dan melahapnya seperti melahap jeruk saat sarapan. Perempuan sepertimu, Lit. Perempuan-perempuan yang tidak butuh televisi dan media sosial untuk mengajarkan mereka arti kata ‘cantik’. Bagi mereka merasa nyaman dengan diri sendiri adalah segalanya. Mereka cantik, manis, imut, lucu, sangar, galak, jutek, lembut, kasar, tomboy, hipster, nerd, pemalu, pemberontak—mereka apapun yang mereka pikirkan.

Mereka makhluk bebas beban label dari masyarakat. Perempuan-perempuan inilah yang selalu membuatku iri hati. Mereka tahu bagaimana menghadapi segala suasana. Mereka tidak ragu memakai gaun ke pesta mewah dan kaos oblong untuk makan pecel lele di pinggir jalan.

Kepribadian mereka tidak dibatasi oleh bagaimana mereka berpakaian sehari-hari. Mereka tidak memaksakan diri untuk selalu tampil maskulin atau feminin hanya karena biasa memakai celana atau rok. Satu hal lagi, mereka tahu cara menghargai orang lain. Sama seperti mereka ingin dihargai. Mereka tidak akan memandang sebelah mata pilihan hidup seseorang, mereka menghargai setiap detil dari perbedaan mereka dengan orang-orang yang mereka temui dalam hidup.

Advertisement

Mereka tidak merendahkan daerah asal, selera musik, makanan favorit, model rambut dan hal-hal lain yang tidak akan menyakiti mereka—atau siapapun juga. Lit, khusus untukmu, ada hal yang begitu aku sukai darimu. Sesuatu yang meski sangat berharga tak mungkin kusimpan untuk diriku sendiri. Senyummu. Senyuman Lit selalu membuatku yakin, yakin akan segalanya.

Keputusan yang kubuat, pilihan yang kuambil, langkah yang sebenarnya ingin berhenti, hatiku kembali teguh untuk tidak menyerah saat melihatmu tersenyum. Kamu perempuan yang kuat, Lit. Jika kamu tidak kuat maka mana mungkin kamu terus-terusan mendorongku hingga ke tempat aku berdiri saat ini. Lit, aku ingin berterima kasih banyak-banyak. Perempuan sepertimu adalah hal yang dibutuhkan dunia saat ini. Tetaplah menjadi dirimu yang kau suka, sebab dengan begitu aku bisa leluasa jatuh cinta.