Cemburu, aku tau ini adalah sifat negatif yang semua orang tak suka dan mungkin kau juga tak suka aku seperti ini. Tapi maaf, aku sekarang memiliki rasa cemburu ini meski aku tahu aku tak punya hak. Aku bukan siapa-siapamu.

Memang kita dekat, kau selalu membuatku seperti aku adalah pemilik hatimu, namun hingga saat ini tak pernah kudengar dari bibirmu penegasan perasaanmu padaku.

Hari demi hari selalu kudamba obrolan denganmu melalui pesan singkat, ya karena memang hanya itu yang bisa kita lakukan.

Pertemuan akan terjadi ketika kau yang berinisiatif mengajakku. Mengapa? Karena aku sadar sebelum kau tegaskan siapa aku bagimu, aku tak akan mempunyai keberanian sedikitpun untuk meminta pertemuan itu walau gejolak rindu yang semakin sulit kutahan.

Aku sanggup, asalkan jangan kau acuhkan setiap pesanku, setiap keinginanku ingin bercengkrama denganmu. Sering aku cemburu, mungkin ini sifat jelekku, aku akui.

Advertisement

Aku cemburu dengan semua rutinitasmu, kesibukanmu yang membuatku seakan aku diacuhkan olehmu. Aku cemburu dengan wanita yang bersamamu, mungkin itu teman biasa tapi sekali lagi maaf, aku tetap cemburu. Aku cemburu dengan fotomu dengan teman wanitamu itu yang tak sengaja aku lihat, sedangkan tidak ada foto kita berdua tersimpan di galeri ponselku karena memang tidak pernah kita melakukan itu.

Aku cemburu dengan semua orang yang dapat melihatmu hari ini sedangkan aku hanya menunggu kau membalas pesanku.

Lelah hati ini gundah, ingin rasanya aku bersandar, bersandar di bahumu menceritakan setiap rutinitas yang melelahkan ini, tapi sekarang ini hanya dalam setiap khayalanku di malam hari.

Tanpa aku tahu apakah selamanya akan jadi khayalan atau aku harus menunggu datangnya sang waktu.

Sungguh maafkan aku yang seburuk ini dengan sifat cemburuku.

Seandainya saja tiada jarak antar kita, masih adakan rasa rindu senikmat ini. Rindu denganmu yang kata orang adalah menyiksa tapi ini semua aku nikmati, karena sebuah ucapan yang pernah kau ucap padaku melalui pesan singkatmu "aku jodohmu".