Tidak sadarkah kamu? Ketika kamu mengatakan waktumu begitu sedikit bahkan tidak memilikinya untuk orang lain, sebenarnya orang itu sedang menggunakan waktunya untukmu dan masih bisa mengatakan tidak membuang waktunya untukmu? Dia mendengarkan banyak sekali ucapanmu yang tidak ada kaitannya dengan kalian, bahkan tentang dirinya. Tetapi, dia tetap selalu ada ketika kamu membutuhkannya kapan pun.

Dia tidak ingin sepertimu karena dia tahu rasanya menjadi dirimu. Membutuhkan teman yang mengerti diri kita dan tidak mudah percaya pada banyak orang. Meski dia tidak pernah berada di posisimu, dia mencoba untuk memosisikan diri sebagai dirimu karena kepeduliannya atasmu. Kemudian, ketika kamu mengungkapkan amarahmu karena kehilangan waktu dua atau tiga menit untuk menunggunya, sebenarnya orang itu telah kehilangan banyak waktu untuk apa yang dia sukai karena telah menyediakan waktunya untukmu. Dia kehilangan teman, kesempatan dan mengikis jati dirinya hanya untuk menemanimu. Tapi, dia tidak mengatakannya karena ingin kamu sadar. Ketika dia menunggumu, dia tidak pernah sekali pun memarahimu untuk waktu yang telah dia buang. Waktu terbatas, bukan? Jika benar, hargailah pula waktu orang lain agar kamu bisa benar-benar menghargai mereka.

Tidak sadarkah kamu? Begitu banyak orang di luar sana sangat membutuhkan afeksi? Tidak sedikit dari mereka yang bekerja keras untuk mendapatkannya. Afeksi adalah sesuatu yang membukakan pandangan orang lain, tetapi di sisi lain membutakan bila kita egois terhadap orang lain, termasuk orang yang telah memberikan afeksi yang kita butuhkan. Ketika duniamu mulai berubah, kamu merasa afeksi adalah pelengkap dalam hidupmu. Mengapa kamu tidak bersyukur atas apa yang kamu dapatkan? Ingin meraih banyak hal, tetapi melupakan mereka yang telah memberimu kasih sayang yang kamu butuhkan. Menutup mata atas afeksi yang mereka butuhkan darimu.

Kasih sayang itu memiliki timbal balik ketika dua orang saling memberikannya, bukan? Jika benar, janganlah egois untuk hanya menerima, tetapi belajarlah selalu untuk memberi. Tanpa itu, sebuah hubungan hanyalah kontruksi replika di atas kertas yang mudah terbakar.

Tidak sadarkah kamu? Apa orang lain akan selalu mengingatkanmu atas kesalahan atau kekeliruan yang kamu lakukan? Semua orang tidak dapat hidup abadi dalam dunia yang fana. Termasuk untuk mengingatkanmu. Kamu memiliki alarmmu sendiri untuk menyadarkanmu ketika nuranimu berbicara. Mengapa kamu selalu mengatakan kamu tidak memiliki kata hati? Latihlah jika kamu membutuhkannya. Ketika kamu benar-benar membutuhkannya dengan hati yang tulus, kamu pasti akan mendapatkannya. Janganlah keras hati untuk bisa menerimanya. Kamu tidak ingin menunjukkan kelemahanmu, memperhatikan orang-orang di sekitarmu dan berusaha menerima jalan yang dirancang untukmu sepenuhnya. Beberapa sebab yang menjadikanmu keras hati, bahkan tanpa kamu sadari. Kamu menjadi egois dan selalu merasa benar.

Advertisement

Tidak sadarkah kamu? Waktu tidak dapat diulang kembali? Itu sebabnya orang berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik dalam hidup, termasuk kepada orang yang mereka sayangi karena tidak ingin menyesal di kemudian hari. Dia selalu ingin melihatmu bahagia, bahkan dengan melakukan hal-hal yang tidak dia sukai sekali pun. Dia hanya ingin melihatmu tersenyum dan tertawa. Hal sesederhana itu membuatnya merasa hidup meski dunia yang dia mimpikan sejak dulu telah sirna dari hadapannya untuk dapat bersamamu. Janganlah membuat banyak tangisan di wajahnya karena kamu telah mengecewakannya.

Ada banyak orang yang ingin membuatnya bahagia, tetapi dia memilihmu. Dia percaya padamu dengan segala kekurangan yang dimilikinya.

Tapi, kamu mengecewakannya dengan kesadaran yang tidak kamu miliki. Dalam kesakitannya, kamu tidak tahu banyak hal yang telah dia lakukan untukmu. Dan, dia tidak pernah mengatakannya. Dia sadar, pengorbanan seharusnya tidak memerlukan banyak kata-kata dan pembuktian melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan yang tidak menyakiti orang lain.

Sampai suatu ketika, ketika kamu sadar, semua sudah terlalu terlambat. Kesadaran berbicara banyak hal dari apa yang bisa manusia pikirkan. Ketika kamu menguncinya, kamu selamanya akan terkurung dalam pikiranmu sendiri. Ketika kamu membukanya, kamu akan melihat variasi pikiran manusia yang secara universal tidak dapat kamu sadari jika kamu tidak memiliki kesadaran akan keterikatan antara dirimu sendiri dengan orang lain. Jangan sengaja menghilang ketika dia mencarimu karena kamu tidak tahu itu sangat menyakitkan baginya. Tidak peduli kekhawatirannya padamu. Jangan datang ketika kamu membutuhkannya dan tidak lagi mencarimu.

Tanpa kamu sadari, waktu yang telah kamu buang terlampau lama untuk memulihkan segalanya. Terlampau menyakitkan untuk dia kenang. Meninggalkan luka yang tidak bisa tertutupi, kecuali oleh dirinya sendiri dengan tidak lagi hadir dalam hidupmu.

Menjadikanmu bagian terindah yang pernah dia miliki, sekaligus membuka matanya terhadap kepahitan yang harus dia tanggung, menyadari bahwa kamu tidak benar-benar menyayanginya. Jika kamu benar-benar ingin meninggalkannya, jangan tunjukkan dirimu lagi di hadapannya, karena dengan itu dia akan sadar bahwa dia menantikan sesuatu yang sia-sia.

Di sini, aku ingin mengatakan bahwa dia adalah aku. Dan kamu adalah kamu, engkau yang membuatku jatuh hati. Ketika aku pergi, jagalah dirimu. Percayalah bahwa matahari selalu menerangimu dan biarkan semua hal yang telah kita lalui berlalu. Seiring waktu, kamu akan menemukan kebenaran bahwa masa kita bersama bukanlah permainan, tetapi menjadi pelajaran yang sangat berharga di dalam hidup. Meski kita berpisah, aku akan selalu mendoakanmu.