Satu hari setelah kamu meninggalkan, tidak sengaja saya melihat postingan teman lama dan kebetulan disana ada wajah kamu. Kamu tahu apa yang saya rasakan? Sakit. Luka ini kembali basah.Saya tidak iri dengan kebahagiaan kamu. Tidak iri sama sekali.

Dengan melihat wajah kamu, memori saya kembali.

Melihat wajah kamu di postingan tersebut memori saya kembali. Saya kembali teringat bagaimana cara kamu untuk mengusir saya pergi dari hidupmu. Seolah saya sudah tidak berharga lagi dan hanya sampah di hidup kamu.

Yang kamu lakukan, tidak akan pernah saya lupakan.

Saya tidak akan pernah lupa pada hari itu, hari dimana kamu memperlakukan saya seperti sampah. Hari dimana kamu meminta saya untuk bersumpah tidak akan pernah mengganggu hidup kamu lagi.

Advertisement

Saat itu memang saya hanya diam.

Kamu tidak benar-benar tahu apa yang ada di hati dan pikiran saya saat kamu mengusir dengan cara seperti itu.Air mata tidak dapat saya tahan. Lantas ingat apa yang kamu lakukan? Kamu tetap melanjutkan kata-kata untuk mengusir saya.
Hati saya tercabik-cabik seolah saya adalah penjahat paling handal yang terus merusak hidup kamu, seolah saya tidak pernah memberikan yang terbaik dan lagi-lagi seolah kamu yang paling tersakiti.

Semua kata-katamu saat itu saya rekam dalam otak.

Katamu, saya hanya manis dalam kata-kata. Katamu, saya tidak mau berjuang untuk hal kecilpun. Katamu, saya terus meneror dan mengganggumu. Katamu, saya jangan pernah mengharapkan kamu lagi. Katamu, saya harus membuang semua kenangan dan permintaanmu adalah saya harus bersumpah tidak akan mengganggu kamu lagi.

Atas permintaanmu, dengan senang hati saya lakukan

Dulu sangat berat untuk saya melakukan semua hal yang kamu minta agar kita jauh. Tapi karena sakitlah yang membuat saya bisa menuruti permintaanmu.

Terimakasih

Terimakasih telah mengusir saya dengan cara seperti itu. Mungkin kamu tahu jika saya tidak diusir dengan kasar saya tidak akan pernah mau pergi. Saya akan terus menjadi orang jahat dihidup kamu. Saya akan terus menganggu kehidupan kamu.
Terimakasih berkatmu saya menyadari segala sesuatu yang dipaksakan pada akhirnya akan sakit.
Terimakasih telah membuat saya merasakan bagaimana tidak ingin kembali lagi pada masa-masa kelam.
Terimakasih karena pengusiran kamu membuat saya berusaha menjadi wanita yang lebih baik lagi, yang menghargai dan mencintai diri sendiri.

Jangan menyesal, hiduplah dengan bahagia.

Jangan pernah menyesal telah memperlakukan saya seperti itu. Pergilah. Kemanapun kamu mau. Saya bersumpah tidak akan pernah menganggumu lagi.
Jangan menyesal jika kamu telah menyadari semua perlakuanmu.
Kelak, jika kamu menyesal. cukup doakan yang terbaik untuk saya dan untuk kamu. Temukan wanita yang bisa membahagiakanmu lebih dari saya. Hiduplah dengan bahagia.