Kita akan selalu berharap sebuah kisah akan berakhir dengan bahagia , namun terkadang sebuah cerita berakhir sedih agar kamu mau memaknai pesan didalamnya,mungkin berupa kesalahan atau bisa sebuah penyesalan.

Seperti hubungan yang serius , namun tanpa kejelasan.

Kamu terlalu sering menganggap semuanya akan baik-baik saja,semua akan berjalan sesuai dengan harapan

Kenapa harus capek berlari – jika bisa santai berjalan perlahan ? toh kita tau kemana arahnya ,toh nanti juga akan sampai pada waktunya.

Sombong sekali bisa seyakin itu. Kamu yang bahkan lupa berapa kali janjimu kau ucap, kamu yang lupa kapan terakhir kali air mata-nya kamu seka karena ulahmu yang sengaja, kamu yang tidak sadar selalu menghindar saat dia ingin bersandar , kamu dengan me-time-mu yang membuatnya lelah tertidur lesu , kamu dengan teman-teman mainmu yang membuatnya berkata iya oyaudah nggapapa .

Antara kesetiaan dan terlalu bodoh , lalu apa yang membuatnya mau mengalah ? saat dia mengeluh karena masalah dan mulai jenuh malah kamu anggap marah , kamu balik berceramah soal cinta yang seharusnya seperti apa

berarti kamu ngga nerima aku apa adanya,kamu susah banget dikasih tau,kamu harusnya ngga boleh kayak gini,kapan kamu mau dengerin aku

Tapi kamu tidak sadar , kamulah orang jahatnya. Kamu pecundang yang marah saat dia berusaha memenangkanmu , kamu anggap itu sebuah penolakan , ketidak setujuan tentang sikap dan jati dirimu ,yang sebenarnya itu kurang-mu yang membuatmu sibuk mencari pembenaran, aku yang benar kamu yang salah.

Padahal dialah sang pemegang kartu ,baik burukmu dia tahu, dia yang mau menerima kurangmu ,yang sanggup melengkapimu, yang menegurmu untuk memakai sarung tangan,menegurmu untuk tidak angkuh,menyemangatimu saat kamu malas,membangunkanmu untuk mencuci muka dan gosok gigi,mengingatkanmu untuk selalu memakai parfum,memakai baju yang pantas,makan secukupnya,mencukur rambut saat mulai panjang. Dia peduli, bukan ribet seperti pikirmu.

Sekarang sudah bertambah setahun usia-mu , sudah lewat dari 25 , sudah lewat dari janjimu diawal itu ,wajar saat dia bertanya kapan , hingga membuatnya malas datang saat acara keluarga besar , membuatnya tidak nyaman karena orang tua-nya selalu bertanya sepanjang jalan , diwaktu makan ,setelah sholat ,hingga sesaat sebelum terlelap

kapan dia mau kesini ?

Dan kamu akan datang dengan beribu alasan yang menenangkan , dan kamu tidak sedikitpun tau bagaimana perihnya hati menunggu , raut wajahnya yang menjawab iya menyimpan sakit, tapi kamu anggap semua akan menjadi seperti biasa , siklus yang wajar dalam hubungan , sekedar tanya jawab .

ya, semoga diperlancar ya..

Sekeras itukah hatimu? kepada dia yang selalu kamu yakinkan soal cinta?

Kamu yang kemudian menyadari semuanya sudah terlambat,saat kamu mulai serius ingin menjadi lelakinya,saat kamu mati-matian berusaha membahagiakan namun tidak lagi dianggap istimewa,kamu yang mulai bertanya kenapa dia tak lagi sama,kamu kehilangan cerewetnya,kamu yang mulai tahu kenapa dia "ribetin" kamu – saat kamu berkaca dan terlihat lusuh dengan pakaian cuekmu , rambut panjang , wajah kotor dan tangan yang menghitam , saat hatimu melunak lalu sadar jika kealphaanmu selama ini mengeraskan hatinya , kamu yang tulus menjadi sangat baik untuknya hanya dia anggap ingat sesaat,merasa sudah sangat banyak berbenah bersiap untuk bisa dipanggil ayah tapi baginya hanya tinggal kurang dari setengah – harapannya denganmu untuk menikah,dan pada akhirnya kamu merasa cintamu tak lagi berbalas karena kepastian tidak pernah bisa kau ucap lugas. Oleh dia..

Wanitamu , yang terlalu lama menunggu.

Jangan salahkan saat dia mulai meneriakimu ,karena dia kesal

Jangan salahkan saat dia mulai tidak peduli ,karena dia bosan

Advertisement

Jangan salahkan saat dia pergi ,

karena dia sudah sangat baik belajar,

darimu

Lelaki baik , tanpa kepastian.