"Dear You, I may be thousands of miles away, but you're still the first thing on my mind".

Stranger – Secondhan Serenade
Tampaknya itu soundtrack yang tepat untuk kisah kita sekarang.

Bagaimana kabarmu?
Apa yang sedang kau lakukan sekarang?
Sedang bersama siapa kau sekarang?

Maaf, jika pertanyaan ku sangat membuatmu risih jika itu ku keluarkan saat kau sedang menghabiskan waktu bersama teman-teman mu.

Banyak hal yang tak bisa ku terima lewat akal sehat ku sekarang. Salah satunya yaitu kita semakin jauh, jarang bertemu lalu kau pun sengaja tak mengubungiku. Mungkin ini salah satu alasan kenapa hari-hariku selalu tak bersemangat dan merindukan mu alasan dunia ku runtuh.

Tidak lagi ku temui kau yang dulu di hari-hariku kini. Semua berubah bagaikan topan yang menghantam sebuah musim. Entah ini pertanda baik atau malah sebaliknya, sungguh aku tak tau.
Rasa rindu ini semakin membuat ku hilang kendali. Terkadang aku sangat senang menangisi ketidakhadiran mu diduniaku, bahkan kau enggan berkunjung dimimpi ku.

Advertisement

"Jarak itu sebenarnya tak pernah ada, pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan".

Merindukan mu disaat jarak yang cukup jauh ini benar-benar membuatku merasa hampa. Rindu ini rasanya seperti narkotik. Mula-mula mendatangkan euforia penyerahan diri, lalu berikutnya aku menginginkannya lebih banyak. Awalnya aku belum kecanduan merindukanmu, tapi aku menyukai sensasinya dan aku masih bisa mengendalikan semuanya.

Aku memikirkan mu, ya kau, orang yang sangat aku cintai. Aku memikirkan mu selama 2 menit dan aku bisa melupakanmu selama 4 jam bahkan lebih. Namun kemudian aku terbiasa dengan keadaan ini, aku pun terbiasa memikirkan mu. Jujur, aku mulai bergantung sepenuhnya kepada mu. Sekarang malah sebaliknya, aku mampu memikirkan mu selama 4 jam dan aku hanya bisa melupakanmu selama 2 menit. Kalau kau tak ada, aku merasa seperti pecandu yang selalu membuhkan morfin. Menyedihkan bukan?

"Kedaulatan asmara juga penting, jangan pernah nebeng urusan rindu, cinta dan kebahagiaan kedapa orang lain".

Seseorang itu bernilai dari tindakannya (baca : caranya merindukanmu), bukan standar socity. Bagaimana caramu menciptakan pertemuan saat sedang berjauhan. Sesungguhnya LDR hanya untuk mereka yang hebat, yang bisa berbagi kesedihan lewat angin tanpa bertemu, yang merayakan kesenangan lewat malam yang sejuk dan yang tak pernah berpaling walau sejuta wajah dan rayuan yang menyapa. Hingga mereka lupa bahwa semua musim sudah dilewati dengan badai yang dahsyat.

"Kau membuatku melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda".

Ternyata mencintai itu sederhana namun jarak yang merumitkan hingga muncul kadar rindu yang berlebihan. Senang menggingat semuanya. Ternyata bersama mu itu sederhana, menyanyi saat menunggu macet, menghirup udara alam yang dulu tak kusukai namun sekarang ku coba disini. Membaca sambil mengenakan earphone, berteriak di taman sepi, berjalan sambil membentang tangan lalu melihat sunrise di pagi hari.

"Terimakasih untuk sediap canda tawa yang selalu kau titipkan diujung malam".

Tak ada kata terakhir, mungkin belum sempat saja untuk mengulangnya kembali. Nanti, setelah bertemu, kuyakin kita akan seperti dulu lagi. Duduk berdua diatas batu pantai, mengukir nama disebuah pohon lalu menutup mata dengan secarik kain dan mencari seolah tak tau. Ku ucapkan terimakasih, namun kini hal itu ku rindukan.

"Terimakasih kamu yang sudah menyadarkan ku arti bersabar. Dan ketahuilah, wujud mencintai itu sederhanya, kau tak membuatnya menangis dan tak menciptakan jarak saat sedang berjarak"

I miss you as soon as I wake up.
I miss you when I'm about to sleep.
I wish you're always here next to me.