demi cinta dan sebuah kenyamanan, akupun tentu pasti rela untuk memenuhi apapun keinginanmu, karena aku yakin bahwa apapun yang kau katakan pasti untuk kebaikanku juga. Tak ada seorangpun yang ingin kekasihnya, orang yang dicintainya tampil menjadi lebih buruk dari sebelumnya. bermula dari sebuah pendekatan yang berujung dengan kenyamanan, lalu timbul kebersamaan dan rasa keinginan untuk bersatu dalam ikatan yang suci.

"hapuslah lipstikmu, taburan bedak di wajahmu, dan berhenti menggunakan pensil di alismu! aku lebih suka jika kau tanpa riasan, kesannya kau akan menjadi lebih canti daripada menggunakan topeng itu."

dengan senang hati aku akan menghapus lipstik merahku, taburan bedak diwajahku, dan tak akan lagi membentuk alis mataku dengan pensil alis jika memang itu keinginanmu. karena aku tau, kau pasti menginginkan bahwa kecantikanku hanya untukmu saja.

"gantilah cara berpakaianmu, setidaknya menjadi lebih tertutup dan gunakanlah hijab untuk menutup auratmu"

bahkan jika aku harus bercadar dan menutup seluruh tubuhku sesuai dengan yang kau inginkanpun aku bersedia, karena aku tau kau hanya ingin tubuhku terlihat khusus untukmu dan tak menjadi konsumsi milik umum.

Advertisement

"belajarlah memasak, aku ingin ketika kita menikah nanti kau bisa memasak makanan kesukaanku"

bahkan jika setiap hari aku harus berkutat dan bermain dengan panci, minyak goreng, cabai, bawang merah, garam, dan perlengkapan lainnya aku akan melakukannya, asalkan kau bisa bangga memiliki istri sepertiku kelak. kalau perlu les memasakpun akan aku lakukan demi melihat senyum kebanggaan keluar dari bibirmu.. tapi bolehkan sekarang aku yang meminta sesuatu darimu? bisakah kau juga merubah dirimu seperti apa yang aku inginkan ? aku tak akan menuntut sesuatu yang berlebihan padamu, aku hanya ingin meminta agar kau bisa menjadi imamku nanti, jangan pernah mengatakan penyesalanmu kepadaku setelah ada pernikahan nanti, tegurlah aku jika memang aku berbuat salah. dan jangan lupa untuk selalu meluangkan waktumu untuk keluargamu, terutama untukku.

"aku lelaki, sudah pasti aku akan melakukannya, tapi kau perempuan, jadi kau yang harus menurutiku dan perintahku?"

apakah karena kau lelaki dan aku perempuan maka ada jurang perbedaan seperti itu ? apakah salah jika seorang perempuan juga menuntut sesuatu kepada pria yang dia cintai ? lihatlah bagaimana perjuangan ibu Kartini untuk meningkatkan emansipasi dan derajat perempuan, haruskah selalu perempuan yang diminta untuk berubah sesuai dengan keinginan para lelaki ? ah… sempit sekali pikiranmu sayang … bahkan seorang lelakipun juga bisa melakukan kesalahan, tidak selamanya bahwa lelaki itu selalu benar dan sempurna ..

ayolah kita berjuang berssama-sama untuk memperbaiki diri, berjuang untuk sama-sama memantaskan diri, agar kelak tak ada penyesalan setelah ada pelaminan. pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral, bukan sebuah permainan yang ketika ada penyesalan langsung bisa berpisah. tak ada salahnya jika memperbaiki diri bersama-sama, bukan berarti aku menuntut pamrih atas segala perintahmu, tapi jika berusaha memantaskan diri bersama bukankah itu lebih membuahkan hasil daripada hanya aku yang memperbaiki diri seorang diri ?