Katamu, aku menggenggammu begitu erat dan kamu merasa sakit dengan itu, katamu bahwa genggaman yang terlalu erat itu menyakitkan, katamu kau mengibaratkan perasaanku seperti sebuah ember yang berisi air jika terlalu penuh maka saat diangkat itu akan tertumpah, dan katamu lagi sekuat apapun kita menggenggam jika dia bukan untuk kita maka pasti akan lepas juga pada akhirnya.

Kuakui semua perkataanmu itu benar, jika kamu mengganggap aku seperti itu tak mengapa karna sekarang sudah perlahan kulonggarkan genggaman itu,ember yang berisi air penuhpun sudah perlahan kubuang airnya sedikit demi sedkit, dan genggaman itupun secara perlahan kulepaskan.

Tenang saja, aku tak ingin menyiksamu lagi, kamu berhak untuk lari kemanapun yang kamu, aku tidak bermaksud mengurungmu didalam penjara cintaku, didalam lingkup hatiku, ketahuilah aku bukan menggenggammu erat untuk menyakitimu, hanya saja aku begitu takut kau pergi sesuka hatimu saat aku tidak siap melepaskanmu, namun sekarang aku sudah siap dengan itu karna aku percaya cinta sejati itu pasti akan bertemu juga pada akhirnya.

Walau aku menggenggam terlalu erat jika kamu bukan untuk aku maka suatu saatpun aku pasti merelekan yah karna aku tahu kamu juga pantas untuk memilih. Tapi bukankah kamu sendiri yang kembali dan memilihku menjadi penguat masa depanmu? Lalu sekarang,memang kamu tidak memintaku pergi namun kau memberiku alasan untuk memberimu kesempatan berlari, mengejar kebahgiaanmu, dan mengejar mimpi2mu itu.

Tolong, jangan menganggapku sejahat itu bahwa aku akan terus mengurungmu, seekor merpati saja yang menjadi peliharaan seseorang, saat dia kehilangan pasangannya dan mengaku sakit maka seseorang itu bisa saja mencarikannya obat penawar sakitnya dengan menemukan pasangannya kembali, namun apakah itu akan sesaui keinginnnya? Belum tentu, maka dari itu seseorang itu mengikhlaskan merpati itu keluar dari sangkarnya dan menemukan kembali pasangannya, namun jika pada akhirnya sudah bertemu bergantung dari merpati itu akan kembali kepada sarangnya ataukah memilih rumah yang lain bersama pasangannya yang dia temukan.

Advertisement

Entahlah, sekarang kuibaratkan itu kamu sebagai seokor merpatinya kuberi kesempatan untukmu terbang kemanapun yang kamu mau untuk mencari kebahgiaanmu, bertemu atau tidaknya kamu dengan bahagiamu bergantung bagaimana usahamu mencari, kejarlah dan temukan kembali bahagiamu, aku ikhlas walau sebenarnya berat inshaaAllah semua sudah Allah atur jalannya untuk aku dan kamu .

Kamu pantas untuk berbahagia, begitupun juga aku, aku tidak ingin mepertahankanmu dengan cara yang egois, itu saja.

Jika dulu aku pernah menolongmu dari keterpurukan dan mengobati luka hatimu, maka itu sudah menjadi kebahgiaan untuk aku karna setidaknya aku pernah berguna untuk kamu walau pada akhirnya itu tak berlangsung selamnya, namun aku bersyukur sekarang kamu sudah sembuh dan menjadi tegas untuk kembali memilih bahagiamu.

Sekarangpun aku ingin melakukan hal yang sama, aku hanya ingin menolongmu untuk lepas dari sebuah genggaman yang erat yang katamu itu menyakitimu, aku ingin membantumu kembali menemukan bahagiamu, bahagia yang dari dulu kau impikan.

Maaf , karna mungkin aku tidak menjadi orang yang bisa selalu membuat bahagia, maka aku meutuskan untuk mebantumu menemukan bahagia.

Sudahlah, jangan berpikir bagaiman aku nanti, setelah kau berbahgia aku juga pasti akan berbahgia, tenag saja Allah sudah menyiapkan kebahgiaan sendiri untuk aku, kebahgiaan yang juga kuimpikan, hanya saja aku perlu melalui ujian yg berat lebih dulu untuk bisa menemukan bahagiaku, itu tak mengapa.

Kamu jangan khawatir, kita tidak akan berpisah menjadi seorang yang asing satu sama lain, namun kita berpisah untuk menjadi seoarang kakak dan adik dalam satu keluarga yang sama, karna tetap saja aku sebagai sapapun dihati kamu, kita tetap adlah keluarga, itu sudah mutlak dari dulu.

Cinta itu memang harus berkorban, jika sekarang aku mengorbankan kebahgiaanku untuk kamu, maka kelak tuhan aku meberiku hal setimpal, aku percaya kelak akan ada orang yang menolong saat aku sudah tak lagi mampu untuk berdiri sendiri, inshaAllah yang kuasa itu maha adil kok, tidak satupun dari perbuatan kita tak mendapat balasan darinya.

Biarkan tuhan yang membalas segala perbuatan yang kulakukan untukmu. terima kasih karna memberiku kesempatan untuk merasakan kekuatan yang luar biasa dari sang pencipta.