Sesulit itukah mengutarakan rasa suka dan membuktikan kata cinta. Sehingga butuh bahasa isyarat untuk menyampaikannya padaku atau memang ada hati yang sedang kau jaga supaya tidak terluka, dan berharap pesan hatimu bisa aku terima tanpa ada orang yang tahu. Maaf ini adalah hati, bukan kantor intelejen. Kalau suka, lamar, jangan main kode. Datang langsung ke rumah dan temui ayah saya jika kamu benar-benar lelaki.

Jangan sembunyi terus di balik layar, dan melihat dari jauh bagaimana kabarku.

Kau tahu, senyumanmu membuatku susah untuk memejamkan mata di malam hari. Apakah itu hanya sapaan biasa atau ada rasa yang ingin kau sampaikan padaku. Kadang aku enggan untuk bertemu atau hanya sekedar berpapasan di jalan. Karena sapaan yang menurutmu singkat, sebenarnya akan terbawa sampai rumah dan membuatku senyum-senyum sendiri.

Ada apa dengan hati, kenapa sangat mudah untuk jatuh cinta. Pada seorang pria yang belum tentu benar-benar menaruh hati, mungkin hanya sekedar hal biasa yang dirasa khusus menurutku. Dasar hati, hanya bisa berharap kalau semua prasangka baik itu benar-benar terjadi. Ini hati wanita yang sangat mudah untuk merasa, walau hanya setitik senyum atau sebatas sorotan mata yang sengaja kau tundukkan setelah saling pandang.

Mengapa hati ini sangat bahagia, walau tidak ada kata yang terucap satu patah kata pun saat kita bertemu. Atau mungkin diri ini terlalu banyak berharap akan sesuatu yang belum tentu menjadi takdirku. Hati mungkin akan salah menerjemahkan bahasa kode yang kau berikan. Jadi bicaralah langsung sebagai seorang pria. Agar hati ini tidak banyak berharap, dan aku menunggu kepada orang yang tepat. Agar tidak ada yang tersakiti dengan sedikit salah paham, disebabkan salah menerjemahkan arti. Aku ini hanya wanita biasa yang hatinya sangat mudah terluka dan menangis karena hal sepele yang kau berikan.

Advertisement

Jadi tolonglah kau pahami, itu pun kalau kau berani.