Pernah mengalami situasi dimana kamu menyukai seorang pria yang tampan, baik, dan populer di lingkunganmu, tapi malu untuk berkenalan? Atau kamu kenal dia, tapi dia tidak tahu kamu karena kamu memilih untuk tidak mendekatinya karena takut dicap murahan?

Well… ada tiga tips simple untuk menarik hatinya dan mulai berkenalan tanpa harus terkesan murahan lho, Ladies

1. The best you

(Mungkin) Kita semua sudah tau pria adalah makhluk visual. Tapi masih saja ada beberapa wanita yang beralasan inner beauty yang terpenting!! Buat apa cantik luarnya aja tapi dalamnya buruk? Betul sekali! Tapi, bagaimana pria mau (baca: minat) untuk mengenal inner beauty kamu jika penampilan luarmu tidak membuatnya tertarik untuk mendekat? Kecuali kamu adalah wanita yang populer karena kepintaranmu yang luar biasa, kebaikan hatimu yang membuat banyak orang kagum, atau kemampuanmu dalam meriset pasar potensial untuk produk baru, para pria tidak akan tertarik untuk mengenalmu jika penampilanmu berantakan.

Pria makhluk visual titik! Jadi puaskan indra penglihatannya. Kamu tidak harus cantik seperti Raisa atau berdandan seksi seperti Scarlet Johansen, tapi pastikan kamu menampilkan sisi terbaik dari dirimu, Ladies. Be your self means become the best version of your self.

Advertisement

Indikatornya begini, sebelum keluar rumah, pastikan penampilanmu membuatmu percaya diri seandainya tiba-tiba kamu berpapasan dengan pria idamanmu. Bercerminlah, PD? Go get out! Tapi Jika saat bercermin dan membayangkan bertemu dengan pria idamanmu dengan penampilanmu saat itu lalu kamu merasa minder, upgrade lagi penampilanmu!

2. 99% dibalas

Senyum adalah senjata ampuh untuk memecahkan kebekuan. Tapi entah kenapa banyak wanita yang enggan, malu atau sangat pelit untuk tersenyum. Padahal, survei membuktikan, 99% orang yang kita senyumi (dalam kondisi normal) akan membalas senyum kita! Dan senyuman adalah salah satu hal yang paling disukai pria dari wanita. So, saat kebetulan bertemu dan bertatapan dengan pria idamanmu, jangan langsung memalingkan muka, tahan tatapanmu dan whoalaa…Berikan dia senyum terbaikmu, Ladies! Unless dia lagi kram muka atau sakit gigi, dia pasti membalasnya!

kamu sudah memastikan penampilanmu yang terbaik, kamu tersenyum ramah saat bertatapan dengannya, sampai disini, dalam 3 detik sejak dia melihatmu, dapat dipastikan kamu menarik perhatiannya. What next?

3. Menjadi teman akrab padahal baru kenal

Memulai percakapan. Biasanya bagian ini yang sering membuatmu gugup setengah mati ya, Ladies? Pria idaman di depan mata, tapi rasanya otak buntu mau mulai percakapan apa! Padahal, bagaimana kamu bisa lebih mengenalnya lalu kemudian membuatnya tertarik padamu kalau kau tidak mau memulai percakapan? Kalau ada ungkapan dari mata turun ke hati, saya pun bisa bilang cinta diawali dengan kata-kata. Hehehe.. Mulai dengan tips sederhana ini: bayangkan kalau gebetanmu adalah temanmu.

Apa kamu akan gugup kalau bercakap-cakap dengan temanmu? Tentu tidak kan? Lalu, mulailah dengan pertanyaan biasa yang bisa jadi konyol.

Contohnya, setelah sebelumnya kamu memastikan sudah berpenampilan yang terbaik, kamu sedang duduk di kafe dan tiba-tiba dia datang dan duduk di depanmu. Hei… dia melihatmu! Ingat, tersenyumlah ramah padanya, lalu sapa dia

“Hai! baru datang ya?” padahal sudah jelas dia baru saja datang! Atau,

“Hai, sepertinya tempat duduk itu satu-satunya yang tersisa ya?” kalau memang kondisinya sedang ramai. Atau,

“Hai, sepertinya aku pernah melihatmu?” jika kalian memang belum kenalan, walaupun kau sering memperhatikan diam-diam hihihi

Konyol dan basa-basi banget sih, tapi ini efektif lho, Ladies! Kalau dia pria yang baik dan sopan, dia pasti menjawabmu. Satu hal, jangan menunggu lebih dari 10 detik setelah kalian bertatapan untuk menyapanya. Karena setelah lebih dari 10 detik, suasana justru akan menjadi semakin kaku, dan kau akan makin sulit untuk memulai percakapan. Lihat-senyum-sapa!

Lalu selanjutnya? Bagaimana agar percakapan menjadi efektif? Karena terkadang kita berani memulai percakapan, tapi jika kita tidak cukup pandai mengobrol (karena mengobrol pun ada seninya ternyata) percakapan akan berlangsung seperti sesi interview:

-“Hai, baru datang ya?”

-”Sendiri?”

-“Iya”-

Ouw…! Betapa garingnya! Agar itu tidak terjadi, tanyalah sesuatu yang memerlukan jawaban lebih panjang dari “ya” atau “tidak” Misalnya:

-“Baru datang ya?”

-“Sepertinya aku tumben lihat kamu? Pertama kali kesini?” kalau memang dia pertama kali kesitu dan kamu sering kesitu.

-“iya nih”

– “oh yaa? Apa yang membuatmu kesini? Kau harus coba mix juicenya! The best in this town! Hehehehe” dan percakapan bisa berlanjut seputar menu di kafe itu.

Atau sebaliknya kalau kau yang tumben datang ke kafe itu, kamu bisa menanyakan menu kepadanya. Hanya sesederhana itu! Jangan lupa untuk memanfaatkan kata-kata penyambung ampuh ini sehingga kamu tidak seperti wawancara, Ladies:

“oh yaa?”

Misalnya:

“Oh yaa? Apa yang membuatmu kesini? Dan Kau harus coba mix juicenya! The best in this town! Hehehehe”

“Yah, iseng aja kesini. wah, aku kurang suka jus!”

“Oh yaa?? Kenapa??”

“Yah, aku tidak suka minuman dingin”

“Oh yaa?? So you are a hot guy? Hehehe” tertawalah, yang banyak. Karena pria lebih nyaman berbincang dengan wanita yang ramah.

Sampai disini percakapan seharusnya akan mengalir dengan lancar. Satu tips lagi, temukan banyak momen “aku juga” dalam percakapanmu, Ladies. Sudah hukumnya kalau kita menyukai orang yang sama (pola pikir, minat, agama, ras dsb) dengan kita, jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu “sama” dengannya, itu akan membuat kalian lebih cepat akrab. Dan saat sudah mulai akrab, ingat minta nomor kontaknya, Ladies! Mungkin ada yang berpikir, wah, minta nomor cowok duluan?? Gengsi lah! Ehmm… ingat Ladies, jika memang gebetanmu adalah pria menarik dan berkelas, di luar sana banyak wanita yang juga mengincarnya! Jadi, jika kamu hanya diam saja dan selalu berharap pria duluan… siap-siap kehilangan dia! Kecuali kalau kamu secantik dan sepopuler Taylor Swift yah… kau boleh pasif karena sudah pasti banyak yang mengejarmu. Hehehe. Jadi, kau bisa memintanya dengan ringan dan santai saja, seperti:

-“wah, menyenangkan sekali mengobrol denganmu, tapi aku tidak tahu kapan kita bisa kebetulan bertemu lagi seperti sekarang! Aku kan tidak bisa menghubungimu untuk janjian?” Atau

“sepertinya akan menyenangkan kalau lain kali saat aku sendirian saja ke kafe ini aku bisa mengontakmu juga, siapa tahu kau juga ingin kesini?”

Simple kan Ladies? Sampai disini dulu dan semoga artikel ini berguna buatmu ya…