Putus, iya putus. Mungkin hampir semua orang sudah pernah merasakan pahitnya putus cinta. Baik karena perselingkuhan, berbeda agama, perbedaan pendapat, ataupun juga karena rasa bosan. Semua orang pasti benci yang namanya perpisahan, bukan?

Tetapi iya memang benar seperti yang banyak orang katakan bahwa, “Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan”. Entah itu masih dalam tahap hanya pacaran ataupun sudah menikah.

Pernah nggak sih di saat kalian sudah pacaran lama seperti bertahun-tahun misalnya, tetapi putus begitu saja karena memang ada hal yang mengharuskan kalian putus? Hal seperti itu memang paling tidak enak karena misalnya seperti yang biasanya kalian ke kampus berangkat bareng lalu sekarang tiba-tiba berangkat sendiri. Atau biasanya ke coffee shop berdua hanya untuk sekedar ngopi dan ngobrol, sekarang jadi ke coffee shop sendirian. Memang yang tidak enak dari putus adalah hal yang biasa kalian lakuin bersama-sama sekarang semua jadi sendiri. Dan hal tersebut juga pastinya yang bisa bikin kalian makin sedih karena pastinya akan teringat seperti, “Wah, dulu gue sering ke café ini bareng dia.”

Mungkin setelah putus kalian pasti ada aja yang kesal bahwa sudah berpacaran lama tapi harus putus dan kalian berpikir bahwa hubungan kalian hanya buang-buang waktu saja. Sebenarnya tidak seperti itu jika menurut saya. Dari putus tersebut kalian semua bisa belajar tentang berpacaran dan apa tanda-tanda jika ada yang disembunyikan oleh pacar kalian saat ini (mungkin).

***

Advertisement

Dari pengalaman pribadi saya, dulu saya pernah berpacaran sampai kurang lebih 2 tahunan dan pada saat itu saya lumayan bangga karena itu adalah pertama kalinya saya mempunyai hubungan yang awet dan jarang sekali ada masalah.

Sampai suatu saat saya menyadari adanya kejanggalan yang aneh, yang biasanya saya bisa meminjam handphone dia untuk bermain game dengan bebas tetapi kali ini berbeda.

Dia tidak memperlihatkan handphone-nya ke saya dengan memberikan saya 1001 alasan seperti sedang dicas. Lalu sedang update operation system ataupun baterainya habis. Dan di suatu waktu saat dia sedang ke toilet ada notifikasi muncul yang dating dari cowok lain; dengan isi chat mesra.

Di situ saya merasa sedih (iya dah); karena saya merasa sangat nyaman dengan dia dan saya percaya bahwa tidak mungkin dia bisa selingkuh. Tapi, kenyataannya berbeda.

Setelah saya memutuskan untuk menyelesaikan hubungan saya dengan dia, saya merasa sangat kesal, kecewa dan tentunya sedih dan merasa bahwa 2 tahun yang sia-sia. Tetapi dari kejadian tersebut saya sadar bahwa saya mendapatkan pelajaran bagaimana ciri-ciri orang yang menyembunyikan sesuatu dari pasangannya.

Setelah kejadian tersebut sudah berlalu cukup lama, saya kembali menjalin hubungan dengan satu wanita. Kami berpacaran sudah 2 tahun lebih dan keluarga kami juga sudah kenal dekat. Saya merasa bahwa memang hubungan ini akan bertahan lebih lama dari yang sebelumnya karena memang wanita ini tidak menerima ada apanya melainkan apa adanya walaupun saat saya berada di posisi paling bawah.

Selama 2 tahun berpacaran, jujur saya merasa sangat bahagia. Kami sering sekali untuk travelling seperti 1 tahun minimal 2x dan setiap ada konser band yang kami suka walapun diluar kota pasti kami datangi apalagi kalau band tersebut adalah favoritnya dia.

Dan satu ketika, kami berpergian ke Lombok selama 8 hari. Ada satu hari di mana saat saya ingin meminjam handphone-nya hanya untuk sekedar membuka Youtube, dia sangat terlihat sekali ketakutan seperti tentang mantan saya yang saya ceritakan sebelumnya.

Saya sudah menyadari hal tersebut, tetapi saya tidak mau menanyakan ke dia karena memang kami sedang berlibur untuk senang-senang. Jadi saya menunggu sampai kami pulang kembali ke Jakarta.

Disaat kami sudah di Jakarta, keesokan harinya saya menanyakan langsung ke dia untuk jawab dengan jujur hal apa yang disembunyikan. Dan ternyata benar, iya lagi-lagi perselingkuhan dan dia meminta maaf dan kesempatan kedua.

Tetapi saya mungkin tidak bisa memberikannya, karena jika ada 1x pastinya ada 2 dan 3. Memang sedih untuk mengatakan putus, tetapi terkadang kita harus memilih yang tidak enak untuk sekarang agar lebih baik kedepannya.

Mungkin mereka bisa aja bilang bahwa selingkuh itu khilaf atau alasan apapun yang isinya hanya omong kosong. Selingkuh itu bukan hanya karena ada kesempatan tetapi juga pilihan.

Saat ada kesempatan untuk selingkuh, bukankah kita juga bisa memilih untuk selingkuh atau tidak? Jika kalian memilih mengacuhkan kesempatan tersebut berarti memang kalian setia dan menghargai hubungan kalian tetapi jika kalian memilih iya, ya berarti sebaliknya.

Jadi memang hidup itu benar-benar penuh pilihan, antara “kita putus” atau “ya sudah nggak apa-apa aku maafin”.

Tetapi hasil dari pilihan kalian, ya tentunya kalian juga yang merasakan nantinya. Tetapi letting go is better than holding on yang artinya melepaskan lebih baik daripada bertahan jika memang itu yang terbaik. Tetapi tetap kembali lagi ke kalian apa yang akan kalian pilih. Jika memang ada alasan kuat yang mengatakan untuk lebih baik bertahan silahkan bertahan dan jika memang terjadi lagi untuk ke depannya iya itu pengalaman cinta kalian.