“Aku sangat menyayanginya. Apapun kesalahannya aku akan coba memaafkannya”. Apakah kamu yakin?

Ah perempuan, jika sekali dia mencintai seorang lelaki, maka akan sangat susah untuk dihentikan. Hatinya terlalu lembut dan rapuh. Begitu mudah mencintai tapi begitu susah melupakan. Hingga akhirnya perasaannya yang rapuh tersebut malah bisa menjadi lebih kuat dibanding logikanya.

Aku begitu salut dengan perempuan yang bisa dengan mudahnya melupakan seorang lelaki. Seorang lelaki yang memang pantas untuk dilupakan pastinya. Perempuan itu begitu cerdas dan logikanya tidak mati begitu saja hanya karena perasaannya yang jauh lebih besar. Apa kabar dengan diriku? Ah semoga saja aku merupakan salah satu dari mereka. Seorang perempuan yang dengan cerdasnya melupakan seorang lelaki yang memang tidak pantas untuk dicintai.

Tapi ada berapa banyak perempuan cerdas tersebut? Sepertinya sangat sedikit karena sekarang jamannya perempuan lebih banyak yang mengumbar perasaan dibanding menjaga kehormatan atau harga dirinya.

Duhai perasaan, kenapa kau begitu kuat bertahta di hati kami, para perempuan rapuh ini. Kami sudah begitu lelah dengan pikiran yang salah, yang selalu membenarkan setiap kesalahan. Kami sudah begitu lelah mencoba untuk mempertahankan seseorang yang nyatanya sungguh sangat tidak pantas untuk dipertahankan. Duhai perasaan, bisakah kau mengalah sebentar hingga logika ini bisa memenangkan pertempuran walau hanya sekali saja.

Advertisement

Hanya ada satu cara bagaimana logika bisa mengungguli semuanya, sebesar apapun perasaanmu. Caranya cuma PERCAYA. Jika semua yang terjadi sudah dituliskan oleh yang Maha Kuasa. Semua yang terjadi baik dari perasaan yang sudah sangat bodohnya menyayangi seseorang yang tidak layak atau dari logika yang tiba-tiba berhenti membenarkan yang benar.

PERCAYA jika apapun yang terjadi akan ada hikmah yang sudah siap memberikan kita pelajaran untuk menjadi lebih baik ke depannya. Percayalah, jika perasaanmu yang kuat itu sudah diberi izin oleh Tuhan untuk menetap dan berkuasa dibanding logikamu. Percayalah, jika kita, para perempuan rapuh, memang sudah selayaknya lebih mementingkan perasaan dibanding logika supaya kita bisa memberikan kasih sayang kepada siapapun tak terkecuali kepada orang yang pernah menyakiti kita.

Percayalah jika kita, perempuan, sudah ditakdirkan untuk memiliki perasaan yang halus supaya bisa menebarkan kasih sayang ke seluruh pelosok bumi.

Pernah mendengar cerita seorang perempuan yang dengan tegarnya bertahan untuk tetap setia walau nyatanya sudah dikhianati? Yah, kalau didengar sekilas, sepertinya akan banyak yang mencibir dan mengatakan jika perempuan tersebut adalah perempuan bodoh. Tapi kalian belum tahu bagaimana susahnya perjuangannya untuk mengembalikan kebahagiaan yang sudah sempat terenggut oleh ketidaksetiaan itu. Perempuan itu justru perempuan yang hebat karena bisa mempertahankan cinta dan rumah tangganya.

Tapi apa kabar jika perempuan itu nyatanya mempertahankan seseorang yang bahkan menjadi suami pun belum? Alias, masih pacar atau masih tunangan. Mari kita serahkan ke Yang Maha Mengendalikan Perasaan. Jika cinta perempuan sebesar itu maka perempuan akan pantas mendapatkan seseorang yang memiliki cinta lebih besar dari miliknya. Semoga perempuan yang seperti ini akan segera tersadarkan jika dia layak mendapatkan seorang lelaki yang tidak akan pernah menyakitinya.

Berbuat baiklah jika kamu ingin diperlakukan baik. Setialah jika kau ingin pasanganmu setia. Maka jika setiamu sudah kau tanamkan dari awal maka lihatlah nanti jika Tuhan akan mengirimkanmu seorang lelaki yang setia pula. Percayalah para perempuan cerdas. Berbangga hatilah jika kita memiliki perasaan yang rapuh karena itu merupakan anugerah yang memang hanya diberikan kepada kaum perempuan saja.

Tapi ingat, logikamu tetap harus jalan. Mencintai seseorang dengan sangat besar merupakan hal yang sangat wajar. Tapi jangan sampai merugikan dirimu sendiri. Rugi waktu dan materi sih tak masalah. Tapi jika rugimu itu bisa menghilangkan harga dirimu, maka tolong pertimbangkan lagi.