Mungkin, banyak dari kalian yang masih susah move on sama mantan kekasih atau mantan gebetan. Bisa jadi itu karena, kalian berpikir bahwa "dia" adalah yang terbaik dan tidak dapat tergantikan. Dan titik kesusahannya mungkin karena kalian satu universitas, satu sekolah bahkan satu kelas. Ya, tidak diragukan lagi kesulitan kalian yang berusaha mati-matian buat ngelupain orang yang kalian sayang.

Dicaci maki bahkan diejek galmon atau gagal move on udah jadi nasi bagi kalian, udah nggak asing dikuping. Tapi, denger ya, boleh dicaci maki tapi kalian harus up dong masa diam di situ-situ aja. Masih muda harus pinter atur hati lho…

Hey, nikmati masa muda kalian buat hal yang berguna.

Memang sih susahnya minta ampun, bahkan temen deket kita aja yang nasehatin terus kalau suruh ngelupain nggak bakalan mempan kalau itu nggak dari dalam diri kita sendiri. Dan cara masing-masing orang berbeda-beda sih buat move on, ada yang buang barang dari mantan pacar atau mantan gebetan, ada yang mungkin ngasih barang-barang pemberian ke orang lain, atau bahkan ada yang menjualnya… Eeitts tunggu! Tega banget sih sampai dijual, walaupun begitu kalian pernah saling sayang lho… hehe

Tidak seharusnya barang itu aku buang, terlihat dewasa ketika menghargai segala pemberian orang walau itu mantan.

Advertisement

Balik lagi ke topik, yap! Jangan pernah takut buat pindah hati. Walau kalian udah bertahun-tahun, berbulan-bulan, atau beberapa minggu tetep aja kalian harus tahan diri kalian buat nggak kepo lagi sama si "dia" lagi… Lagi… Dan terkadang, saat perasaan menyakitkan itu datang, kita hanya perlu berdiam dan menanggapi apa yang sebenarnya terjadi.

Ya, saat sudah putus cinta dengan hati yang lara, kita akan tahu bahwa orang yang kita cintai telah menyakiti kita tanpa permisi. Dan, kita akan cenderung berpikir bahwa "aku kurang baik apa kepadanya" mungkin pikiran itu membuat kita lengah bahwasannya kita harus memperbaiki diri lebih baik untuknya.

Semakin lama menata diri lebih baik untuknya tapi nyatanya jika tidak sesuai ekspetasi kita, kita akan tersakiti dan gagal move on lebih lama.

Itu sebabnya, pemikiran yang berlebih menyebabkan orang itu kecanduan arah yang salah, kecanduan cinta yang hanya menorehkan luka. Tapi kenapa ada orang yang tetap bertahan walau dilukai dan disakiti? Lantas mari kita berpikir, itu bodoh atau cinta?

Kecanduan cinta yang hanya menorehkan luka.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa cinta dan bodoh beda tipis. Pasti nggak mau kan dibilang bodoh. Yuk! Ubah mindset diri kalian masing-masing bahwa move on itu perlu.

Move on yang baik bener-bener dari diri kalian pribadi bukan orang lain. Dan orang lain hanya figuran dibalik ceritamu, yang menasehati dan memberi info sekadarnya dan selebihnya kamu yang menjalani.

Menurut kalian, cinta pada orang yang telah menyakiti kita bodoh atau … ?

Jangan takut sama orang yang mau deketin kamu, atau kamu mau ngincar cewek baru hehe… Buka hati kamu, ubah kebiasaan hari-harimu yang selalu kepo, dan ubah bahwa bukan lagi si "dia" yang kamu kepoin tapi dia yang lagi kamu kejar… Memang harus perlahan membuka hati untuk orang baru, tapi percayalah dibalik usaha kalian, asalkan "mau", kalian pasti mampu menjalani.

Cari suasana baru, mungkin setelah putus cinta diri kamu hanya perlu sendiri atau bahkan tidak ingin mengenal cinta lagi, tapi mustahil rasanya kalau tidak ingin mengenal cinta lagi. Kita adalah makhluk sosial yang selalu ada cinta dan kasih antar sesama. Oh iya, jangan lupa have fun sama temen-temenmu misal jalan bareng, ke kafe atau lainnya!