Setiap orang tentu memiliki impian dan harapan yang indah mengenai masa depan mereka. Diperlukan motivasi dan semangat yang tinggi serta kerja keras untuk mewujudkan masa depan yang indah dan sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mewujudkan masa depan yang indah.

Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka.– Eleanor Roosevelt

Tahukah Anda, semakin menua diri kita, semakin mudah kita menjadi khawatir, semakin sulit bagi kita mengubah pikiran dan sikap yang telah kita bentuk. Kebiasaan/rutinitas sehari-hari begitu sulit diubah, sehingga mustahil rasanya untuk membuat perubahan yang berarti. Bahkan sesimpel istirahat dari rutinitas dapat membuat pikiran gelisah tak menentu.

Kita terus berpikir bahwa masa lalu rasanya lebih indah, kita tidak akan sebahagia saat kita masih kecil, kita tidak akan seimajinatif waktu kita masih anak-anak, kita tidak akan bisa bersenang-senang seperti dulu, dan apa yang kita lakukan hanyalah khawatir dan khawatir akan masa depan.

Khawatirlah jika Anda memang khawatir. Takutlah jika Anda memang takut. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Kita semua pasti pernah takut/khawatir akan masa depan. Merasa tersesat dan tidak tahu harus berbuat apa.

Advertisement

Semua yang dilakukan serba buntu dan tanpa arah yang jelas. Tersesatlah jika Anda memang tidak tahu harus kemana. Semakin jauh Anda pergi semakin Anda sadar bahwa kenyataannya tidak ada orang yang betul-betul tahu persis apa yang sedang mereka lakukan, kita semua hanya berpura-pura seolah-olah kita ada dijalan yang benar.

Jika berhasil maka kita berada dijalan yang benar, jika gagal orang-orang akan bilang kita tersesat. Padahal sebenarnya kita semua tersesat menuju masa depan yang tidak pasti. Dunia selalu berputar, Anda yang sedang berada dibawah sekarang mungkin akan berada diatas beberapa tahun kedepan, begitu pula sebaliknya.

Mengapa khawatir dan takut menatap masa depan?

Hal ini bisa jadi disebabkan karena banyak dan beratnya beban kehidupan yang harus ia pikul. Selain itu, banyaknya permasalahan yang tak kunjung selesai; lepas satu masalah muncul puluhan bahkan ratusan masalah lainnya.

Masa depan sebenarnya adalah akhirat. Masa depan adalah perkara ghaib dan hanya Tuhan yang Maha Esa saja yang mengetahuinya. Karena masa depan adalah perkara ghaib, maka tak pantas bagi seorang meramal apa yang akan terjadi pada masa depannya atau masa depan orang lain.

Merasa khawatir, terhadap masa depan, tapi bukan berarti harus pasrah dan berdiam diri terhadap itu semuanya. Bukankah kita masih memiliki banyak hal yang pantas untuk disyukuri, bukankah ada banyak kenikmatan yang kita terima, dan seharusnya membuat kita bisa berdiri dengan tegak kemudian berkata,

Terima kasih Tuhan atas segala hal yang saya terima hari ini.