Haaiiiii… kamuuuuu….

ya kamuu.. yang sedang bersamaku.. aku ingin bertanya padamu..

apakah masa kecilmu tidak pernah bermain layang – layang??

atau tidak pernah puas untuk memainkannya??

hingga kamu mengira hatiku ini permainan layang- layang yang dengan seenaknya kamu permainkan.. kamu tarik dan kamu ulur sesukamu.. kamu biarkan ke sana – kemari mengikuti arah angin???

Hatiku ini tidak terbuat dari bambu dan kertas yang bisa kau ciptakan menjadi sebuah layang – layang,, kamu memasangkan benang,, setelah jadi,, lalu kamu permainkan sesuka hatimu..

Taukah kamu betapa sakitnya aku,, ketika kamu membuatku tertarik dan terulur..
Betapa lelahnya aku ketika harus kamu paksa mengikuti arah angin..

Tidak cukupkah bagimu selalu mempermainkannya?? tidak cukupkah bagimu menjadikannya alat kesenanganmu saja??
HATIKU BUKAN ALAT PERMAINAN..!! Yang bisa kau beli dengan kepalsuan cintamu dan kau mainkan dengan penuh sandiwara yang menyakitkan.. Benang dalam permainan layang – layang ini adalah ibarat hubungan kita,, jika kau permainkan terus lama – lama benang itu akan rapuuh dan akhirnya putus.. sama..!! sama!! ya sama dengan hatiku yang setiap kali kau permainkan lama – lama bisa membekukan cintaku untukmu..

Kamu berlaku semaumu.. mengatakan apa pun semaumu.. aku diam..
kamu mengombang – ambingkan hubungan ini.. aku diam..
Kamu meninggalkanku secara tiba – tiba lalu datang lagi.. aku pun tetap diam
diam dalam kesabaran cintaku.. diam dalam kesunyian batin dan perasaanku..

Advertisement

Tapii……..
maaaaaffff…. untuk saat ini aku tidak akan diam.. aku akan bertindak.. aku akan bertindak seperti sebuah gunting… yaaaa gunting yang mampu untuk memutuskan benang itu… dan menyelesaikan permainanmu..

Karena memutuskan benang itu adalah harga mati !!!

aku tak sanggup menjadi layang – layang untukmu..!!

aku tak bisa lagi menjadi alat untuk permainan cintamu..!!

sudah cukup semuanyaaa.. sudah selesai akhir dari permainan ini..

kamu yang membuat dan memulainya dan aku yang berhak untuk MENGAKHIRINYAA..!!

Aku berterimakasih padamu karena telah membuatku menjadi layang – layang sehingga aku menjadi tahu bagaimana menjadi sebuah gunting dalam hubungan kita ini… Selamat tinggal untukmu sang ahli dalam permainan layang – layang..