Jarak

Ya, aku pernah berpikir aku takkan sanggup terus bersamamu jika kita terpisah jarak. Tapi, kamu selalu buat aku yakin bahwa kita bisa melewati semuanya dengan baik. Kita bisa tetap bersama walau kita tak bisa selalu bertemu.

Jarak hanya perihal angka dan hanya tentang waktu. Aku tak pernah merasa sepi, apalagi sendiri di sini. Aku juga tak pernah merasa berjauhan denganmu. Kamu selalu menemaniku. Kamu selalu terasa ada, walau aku tak dapat melihatmu, dan juga menyentuhmu. 

Rindu

Berbicara tentang jarak dan kamu, tentunya kita akan merasakan rindu. Hal yang selalu menyulut emosiku. Rindu, ingin bertemu, ingin memandangmu dan memahami setiap detail wajahmu, ingin selalu berada di dekatmu, ingin selalu menghabiskan waktu berdua denganmu. Aku tidak suka membohongi perasaanku. Jika sedang bertengkar denganmu, aku akan sedikit gila untuk tetap mempertahankan segala situasi di segala kondisi. Aku benci dengan segala sifatku yang mudah sekali tersulut emosi ketika aku merindukanmu. Aku benci dengan segala kegilaanku yang membuat setiap malamku dihujani air mata menyebalkan karena merindukanmu. Karena hal-hal itu, aku sering menemukan banyak alasan untuk menyerah, tapi kamu selalu hebat menggugurkan satu persatu alasanku. Sebab, setiap mengingatmu, aku selalu menemukan masa depanku di sana. 

Advertisement

Aku bersyukur karena Tuhan menemukanku dengamu, dengan laki-laki yang selalu mempercayakan hatinya padaku. Dengan lelaki yang tak pernah menyalahgunakan kepercayaanku. Lelaki yang selalu setia menemani tanpa pernah memaki. Aku tahu, kamu bukan lelaki yang manis dan pandai memaniskanku, seringkali kamu juga menyebalkan dan beberapa kali mengecewakan. Tapi aku bersyukur, sabarmu yang tak pernah meninggalkan. Jadi, tetaplah seperti itu, tetaplah jadi yang selalu aku banggakan. Jarak yang sudah kita lewati, menyadarkanku bahwa sejujurnya rindu ini memang hanya untukmu.

Jika perhatian tak dapat kuberikan secara langsung, jika perasaan tak dapat kutunjukkan setiap detiknya. Ketahuilah, akan ada satu jalan untukku agar selalu bisa menunjukkannya dengan sepenuh hati, dengan impian-impian tentang bahagiamu. Semoga aku ada disalah satu hal yang aku sebut bahagiamu itu. Percayalah, jarak tak akan mengurangi perasanku, apalagi meruntuhkan cintaku. Dia selalu mengingatkan bahwa aku harus menjaga diri untukmu.

 


Karena kamu adalah rumah, sejauh apapun aku pergi, aku akan tetap kembali padamu