ada ruang hatiku yang kau temukan

sempat aku lupakan kini kau sentuh

aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati
ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu

terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia

ku harap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu

ku tak harus memilikimu tapi bolehkah ku selalu di dekatmu ?

Lirik lagu Raisa itu mengingatkanku pada pemilik mata tajam itu. Menatapnya lekat-lekat seakan membawaku pada lautan yang luas penuh tanda tanya. Kedalaman pikirannya membuatku selalu merasa penuh kejutan atas pemikiran-pemikiran dan sikapnya yang kadang kali tak biasa. Itulah yang membuatku selalu ingin kembali dan kembali menemukan jalan masuk menuju pikirannya. Aku menikmati setiap jalan pikiran yang dia tuturkan, yang pada akhirnya selalu membawaku pada kekaguman yang dalam.

Menemukannya bagaikan menemukan pensil warna di dalam kehidupanku. Sudah lama aku berdiam dalam keabu-abuan, terkadang aku terlalu larut dalam hitam putih kehidupan sehingga aku lupa bahwa sesungguhnya hidup memiliki banyak warna. Hingga datang dia yang mengajariku untuk menikmati setiap kehidupan, mencoba menikmati dari sisi diriku sendiri dan mengolahnya dengan pikiranku sendiri.

Aku menikmati saat-saat dimana kami berkeliling di sore hari untuk menemukan sesuatu objek yang akan kami jadikan tulisan. Hingga aku tahu bahwa senja bukanlah pengucapan selamat tinggal yang harus kutangisi, tetapi senja kini sudah berubah makna menjadi "sampai jumpa lagi, esok hari, dengan sesuatu yang baru lagi".

Lalu, kenyamanan ini menjadikan candu bagiku. Hingga tanpa kusadari aku mulai sering membicarakannya dengan Tuhan dalam setiap hariku, dalam sepertiga malamku. Aku menitipkan harapanku pada Tuhanku, karena aku tahu pengharapanku pada-Nya tidak pernah mengecewakan. Jika memang tidak bisa menjadi sesuatu yang kumiliki, dia akan selalu menjadi suatu pembelajaran dalam kehidupanku.

Advertisement

Walaupun aku menyadari, tak selalu lelaki itu menjadi alasanku untuk tersenyum dan pecahnya tawaku. Terkadang ada luka yang dia goreskan tanpa dia sadar. Tapi itulah yang membuatnya tampak lebih manusiawi dimataku. Tidak semua tentangnya, sama denganku. Tapi aku tahu, bersamanya aku memiliki apa yang aku butuhkan, bukan sekedar apa yang aku inginkan.

Namun kusadari, aku telah jatuh hati padanya, pada cara pandangnya, caranya menikmati dunia. Aku hanya ingin berada di sampingnya, menikmati segala kejutan-kejutan kehidupan yang telah Tuhan sediakan. Bersamanya aku menjadi lebih hidup, bersamanya aku lebih mampu untuk menikmati kehidupan ini, bersamanya aku akan menemukan tanda tanya atas semua pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kehidupanku.

Dia adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.

I hope, one day he will walk into my life and makes me see why it never worked out with anyone else.