Jatuh hati bukan pilihan? Beberapa orang bisa saja setuju, bisa saja tidak. Tetapi dalam kenyataan hidup, kita memang tidak bisa memilih kepada siapa ataupun saat kapan kita akan jatuh hati. Jatuh hati pada dia yang sudah mempunyai kekasih, jatuh hati pada saat kita sudah mempunyai kekasih. Awal perjumpaan yang menyenangkan lambat laun dihapuskan dalam sekejab oleh kabar bahwa dia sudah mempunyai kekasih.

So, I said to my self, ok, don’t expect anything, he had a girlfriend. And yes, remember, I had a boyfriend.

Dia adalah temanku, yang juga teman dari kekasihku. Sepanjang ku mengenalnya, sepanjang itu pula aku menyimpan dalam rasa itu. Tidak mungkin aku dengan sengaja merusak hubungan dengan kekasihku dan tidak mungkin pula sengaja merusak hubungan dia dengan kekasihnya saat itu. Aku bukan orang sejahat itu, merusak, demi kesenangan pribadi. Bisa melihatnya setiap hari itu kesenangan tersendiri. Bisa bercanda gurau dan saling bercerita dengannya sebagai sahabat, itu merupakan anugerah terindah.

Cukupkah aku bahagia?

Apakah ada kemungkinan kita bersama?

Katanya membuat seseorang bahagia tidak harus dengan memiliki, katanya hanya dengan melihat orang yang kita suka berbahagia dengan kekasihnya, itu sudah cukup. Mungkin aku hanya bisa berpegang pada pemikiran itu saja, tidak ada yang bisa diperjuangkan. Aku dengan kehidupanku, dia dengan kehidupannya.

Advertisement

Hampir setiap saat aku dan dia bersama, dari berkumpul bersama dengan teman-teman, berolahraga bersama. Terkadang aku hanya bisa sesekali menyelipkan perhatianku padanya. Sangat berhati hati sehingga tidak ada seorang pun yang tahu aku menyimpan rasa untuknya. Aku memang tidak ingin siapapun mengetahuinya karena terlalu takut jika orang lain tahu, rasa itu tidak dapat kusimpan dengan rapi dalam hati ini.

Tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini, kembali lagi pada jatuh hati adalah spontan. Aku hanya bisa berterimakasih untuk persahabatan ini, untuk semua canda tawa, serta cerita suka dan duka yang pernah kita bagi bersama. Aku selalu berharap aku dan dia bahagia dengan kehidupan kita masing-masing. Dariku yang selama bertahun tahun jatuh hati padamu, ku ucapkan terima kasih untuk setiap waktu dan bahagia yang terbentuk sekian lama diantara kita.