Waktu berlalu begitu cepat seperti gasing dan masa itu pun telah berlalu. Masa di mana aku pernah menggantungkan harapan kepada seseorang, akan tetapi harapan itu telah diputuskannya menyebabkan aku terjauh kedalam jurang kepedihan. Salah siapakah? bukan salah siapapun karena memang ikatan semu itu tidak harus menjadi nyata.

Aku sangat menyadari bahwa apa yang kita harapkan dan mimpikan tidak selalu menjadi nyata. Meski hal itu sempat membuat aku tenggelam ke dalam lautan airmataku sendiri sebab airmataku tak bisa terbendung, aku tertimbun dalam runtuhan harapan yang sudah menjulang mlebihi tingginya gunung. Aku tak bisa membayangkan sebelumnya bagaimana semua ini bisa terjadi.

Cermin itu membuatku semakin pilu, di sana aku lihat wanita kecil yang pucat, kurus dan memudar senyumannya. mungkin dia lupa bagaimana cara tersenyum sebab dukanya yang mendalam. Sorot matanya menjadi kosong, padahal sebelumnya dia adalah wanita yang selalu ceria, yg penuh akan kelembutan cinta dan kasih sayang, terlihat sangat menarik. Dia adalah aku yang dulu dan bukan aku yang sekarang.

Waktu telah membawaku ke dalam banyak lika-liku perjalanan hidupku hingga sampai pada orang yang aku nantikan. Dia datang dan membawaku ke dalam kenyataan yg sebelumnya aku tak pernah memimpikannya tapi aku menantikannya. Walaupun sebelumnya aku berulang kali terjebak dan bahkan samapai terjatuh ke dalam cinta-cinta dan mimpi-mimpi yang semu.

Aku merasa inilah jawaban sang waktu untukku saat ini. Aku berdoa semoga aku bersamanya dapat mempertahankan kebahagiaan yang telah diperoleh. Kini akan kami buka lembaran yang baru mengisinya dengan keindahan, mengisinya dengan bunga-bunga warna-warni dan kupu-kupu yg mulai mencercap manisnya nektar, dan kami dengan bahagia menikmati kemudian melaluinya. Selamat menyambut tahun baru, semoga menjadi awalah yang indah, proses yang indah dan akhir yang indah pula.