Mungkin aku terlalu banyak bermimpi akan indahnya takdir. Sehingga aku lupa bagaimana cara bersyukur dan indahnya kenyataan.Tuhan memberiku banyak risalah yang nyatanya sulit tuk ku terjemahkan. Ia semaikan banyak nikmat namun aku gamang untuk melihatnya.

Aku terlalu berani menyombongkan diriku hingga aku lupa pada-Nya yang layak memiliki kesombongan.Aku mulai menentang Tuhan karena begitu terlarut akan keyakinanku akan indah nya takdir yang kelak kumiliki.Namun,saat tamparan hidup membangunkan ku dari mimipi panjangku,bukannya mendekatkanku kepada Tuhan,bahkan semakin membuatku menjauh dari-Nya.

Aku tak kuasa melerai pertikaian batinku dan mulai menyangsikan mimpi – mimpi yang ku tabur. Aku mencari – cari Tuhan dilangit –langit kamar. Berharap ia menyambangiku dan memberi aku jawaban atas do’a – do’aku. Semua do’aku menyentuh langit dan kembali padaku, Namun lagi – lagi aku tak dapat memaknainya.

Aku tak mengerti apa rencana yang kau canangkan untukku. Aku menyangsikan mimpi yang ku ukir dilangit. Karena aku sadar aku tak pantas untuk semua ini.

Tuhan kini aku relakan semua kehendak-Mu, karena kau memiliki kuasa atas diriku.

Advertisement

Ku ikhlaskan jika takdir memang tak berpihak padaku. Ku akui aku bukanlah orang yang tepat untuk kau kasihi. Banyak hamba-Mu yang lebih pantas atas karunia-Mu,dan itu bukan aku.

Apalah aku ? sang pendosa, pengingkar,dan naif.

Aku orang yang paling muna di dunia ini. Bagaimana bisa segala mimpi kan kuraih dengan mudah? Menjadi hamba pun aku tak sempurna dan nyatanya manusia memang tiada yang sempurna, bodohnya aku. Aku mengerti sangat sangat mengerti kau murka pada ku dan kau pantas untuk itu.

Namun jika boleh kita bernegosiasi, bisakah kau memaafkan ku ?

Bisakah semua kita mulai dari awal? Kita jalani hubungan yang lebih baik sebagai Hamba dan Tuhan ? aku ingin mensucikan hatiku, aku ingin mencintaimu setulusnya. Bukan hanya kali ini, namun sepanjang hidupku .

Bisakah kau kabulkan permohonanku yang satu ini? Aku lelah banyak berdalih dan mengeluh.Seolah – olah kehidupan ini begitu jahat dan aku lah orang yang paling tersakiti. Aku lelah berpura – pura bahagia karena aku memang ingin bahagia. Buat aku mati rasa akan sifat burukku.

Tuhan tolong aku tak ingin menjadi jahat untuk diriku sendiri. Tolong apapun takdir yang kau beri untukku jadikanlah aku berlapang dada karena hakikatnya semua itu adalah keputusan yang baik dimatamu dan baik dimataku.

Setidaknya aku pernah berusaha,hilangkan dendam dan prasangka buruk dihatiku,hilangkan egoku,hilangkan kesombonganku,dan buatlah aku orang yang berlapang dada.