Serasa menyelami lautan yang beku. Kaku dan perih. Ombak yang menghadang pun keras dan tangguh.

Kau adalah lautan itu.

Lautan masa lalu yang pernah berdebur di hatiku. Kini, bukan lagi masa lalu ombakmu yang menyapaku. Riakmu menyentuh kaki-kaki telanjangku kembali. Ketakutan akan rasa dingin yang merambati seketika menggangguku. Seperti halnya ketakutanku akan terluka lagi karenamu. Tapi sentuhan itu pasti menyenangkan. Sejuk dan basah.

Aku memilih diam di jarak aman, agar tak terjangkau ombak yang ke tepian.

Memilih untuk tak lagi tersentuh olehmu meski hatiku sangat ingin. Karena aku tahu akan seperti apa akhir ceritanya jika kubiarkan diriku tercebur ke lautan cintamu lagi. Cinta yang sangat luas dan dalam yang tak kan lagi sanggup ku tamping di hatiku. Kita hanya akan saling menyakiti pada akhirnya.

Advertisement

Karena, kau akan selalu menjadi bagian dari hidupku, bagian dari kisah cintaku. Kisah cinta masa lalu yang jika aku diizinkan untuk mengulangnya kembali, tak ingin kurenda, tak ingin kucoba. Kuharap dulu aku tak butuh dirimu untuk menyembuhkan lukaku.

Kuharap aku tak pernah terluka. Tapi, ternyata hidup itu kadang mengejutkan. Aku selalu mengejar cinta tanpa henti, terus dan terus tanpa tahu mengapa aku melakukannya.

Cinta kita adalah cinta yang tidak seharusnya terjadi. Cinta yang tak pantas. Beberapa orang akan menyebut kisahku sebagai tragedi. Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah luka, penyembuhnya orang yang tak seharusnya kumiliki. Bahagia, sekaligus terluka dua kali.

Kisahku pernah pula ramai dan ceria. Saat proses penyembuhan luka hati itu, ada bahagia yang kurasa. Aku tahu harusnya tak kuteruskan, tapi kutahankan karena aku butuh dirinya, aku suka terlingkupi oleh cintanya. Harga diriku, prinsipku, tak lagi kugunakan. Akal sehatku tak lagi kugunakan. Aku hanya berkaca pada hatiku. Tolong, jangan bicara apa-apa saat aku berusaha untuk melepasmu. Karena, ucapanmu akan menggoyahkan hatiku, lagi. Kita berdua tahu apa yang harusnya kita pilih, sekaligus tahu apa yang akan kita pilih. Kita pasti memutuskan untuk mempertahankan cinta ini apapun yang terjadi. Aku tahu jika kau menarikku kembali ke sisimu, aku akan mendorongmu jauh-jauh awalnya, tapi kekuatanku yang tak seberapa hanya akan membuatku kembali terjatuh ke sisimu.

Karena bagaimanapun, kau adalah bagian dari hidupku. Kepingan kisah cintaku yang tak kan pernah terhapus dari hatiku. Aku terus berusaha menggapai cintamu, dulu, tanpa tahu sebabnya.

Jika cinta ini adalah tragedi, mengapa harus kau yang mengobati? Kau menambah drama dalam tragediku. Jika cinta ini adalah kegilaan, mengapa kau yang membuatku waras, tapi menghilangkan akal sehatku?