Jatuh, terpuruk, namun tak membusuk. Itulah hati yang terbuang. Meski di hempaskan, meski di sia-siakan. Jangan pernah merasa kalah kemudian melemah, tapi bangkitlah.

Tujuh tahun bersama, bukan menjadikan hal hubungan menjadi luar biasa. Bukan menjadi bahwa rasa telah berada diatas puncaknya, justru sebaliknya. Tujuh tahun menjadi sebuah cerita yang kau buang sia-sia. Tak ada usaha yang kau inginkan untuk kembali padaku. Aku berjuang amat sangat agar hubungan ini berakhir di pelaminan, namun kau justru menghempaskan pengorbanan yang telah ku lakukan. Sabar menunggumu itu yang selalu ku lakukan.

Tujuh tahun dari awal kita kuliah menempuh di perguruan tinggi yang berbeda, namun di kota yang sama. Banyak hal yang telah kita perjuangkan bersama. Sakitmu, tawamu, air matamu semua tertumpah di pundakku. Aku tak lagi memiliki tujuan selain kamu, tak ada yang kubayangkan selain laki-laki sepertimu. Kini, kau telah selesai memiliki pekerjaan yang mapan dengan perusahaan yang terbilang bonafit. Kita berada dikota yang berbeda. Hubungan terpisahkan jarak sudah kita lalui selama lima tahun. Kurasa cintaku semakin kuat setiap harinya, kupikir kau juga. Tapi apa daya, aku tak pernah menyangka. Kau meninggalkanku demi wanita yang baru saja kau kenal. Sakit, sangat sakit. Aku tak berdaya ketika aku mendengar kabar itu. Aku terkhianati. Ternyata, hubungan panjang ini tak pernah kau rasa berguna. Aku menunggumu dari kau belum menjadi apa-apa hingga kau telah berhasil, tapi semua itu tak cukup bagimu.

Aku sudah menabung untuk masa depan kita, ku pikir kau juga melakukannya untukku. Tak pernah terbersit sedikitpun hal ini akan terjadi padaku. Namun, semua telah terjadi begitu cepatnya. Kini, kau telah berbahagia, meninggalkan luka yang mendalam untukku. Seorang gadis yang masih berusaha bangkit. Tenang saja, aku yakin aku akan bangkit dan mendapatkan yang sama-sama mau berjuang bersamaku. Yang sama-sama memiliki satu tujuan masa depan bersamaku. Jika kau telah sadar, jangan sekali-kali kembali untuk menampar hatiku lagi. Karena kau telah kehilangan. Kehilangan seseorang yang berjuang untukmu.

Terimakasih selama tujuh tahun ini, kau mengajariku dewasa. Tuhan telah menjawab semua doaku. Dan itu bukan kamu. Kelak, aku yakin aku juga akan bahagia kembali. Menemukan rumah ternyaman untuk hatiku. Maaf, jika selama ini aku tak membuatmu nyaman. Berbahagialah bersama wanita yang membuatmu bahagia.