Saya yang baru pertama kali bertemu dengan pujaan hati nya di waktu bangku SMA, hanya bisa saling tatap muka bersamaan di waktu jam istirahat. Perasaan rasa kebawa baper bila saling tatap mata yang lama di jarak berdekatan yang membuat hati berdebar bila dia menatap mata duluan.

Mungkin dia sudah lelah ke pada saya yang tidak memberi kepastian, padahal dia sudah memberi kode kepada saya dengan tatapan mata tersebut. Tetapi walau dia sudah memiliki pacar baru, rasa sayang saya kepada dia tidak pernah hilang sampai lulus dari SMA dan perasaan saya hilang saat sudah kuliah karena mungkin berbeda universitas yang membuat rasa sayang saya hilang.

Dan di waktu kuliah kenapa hal yang sama terjadi lagi seperti di waktu SMA mulai dari semester 1 sampai 2, tetapi rasa hilang setelah dia memiliki pacar baru dan mungkin saya juga tidak cocok dengan dia karena memiliki perbedaan ras suku. Orang tua mengajari saya, bahwa mencari pasangan harus satu agama dan satu ras suku. Tetapi saya dengan dia sudah hanya menjadi teman dekat saja, teman mengobrol dan teman belajar bareng di kampus.

Dan satu lagi saya suka dengan cewek yang satu gereja dengan saya, mungkin ini pas dengan saya dan kriteria orang tua yang di katakan harus satu agama dan satu ras suku.

Hal ini sama saja seperti pada cerita sebelumnya yang hanya baper lewat tatapan mata pada saat duduk di bangku gereja dan waktu keluar saat acara gereja sudah selesai.

Advertisement

Dan sampai sekarang saya tidak berani untuk PDKT. Mungkin menurut cewek tersebut saya terlalu cuek dengan dia, tetapi perasaan suka saya tidak pernah hilang walau jarang bertemu. Kami hanya bertemu seminggu sekali dan apa yang saya harus lakukan untuk berani melakukan PDKT dengan cewek yang saya suka?