Bicara mengenai jodoh sangat sensitif,apalagi jika sampai hari ini belum juga memiliki pasangan. Masih terasa sangat abu-abu untuk membicarakan itu. Banyak yang bilang jodoh itu lebih baik dari orang baru. Tidak saja. Banyak juga yang dari masa lalu. Dari cerita yang belum usai, dan dipertemukan kembali setelah selesai.

Tetap yang namanya jodoh akan di pertemukan pada saat terbaik-Nya. Terbaik menurut Tuhan pastinya. Siapa yang sangka, bila jodoh itu berada disekitar kita. Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukannya. Berasal dari sebuah cerita masa lalu. Bukan mantan, bukan pula teman. Dia hanya kenalan.

Bertemu pada waktu yang tepat, waktu dimana kami sama-sama sudah siap. Mungkin ini cerita yang Tuhan garap meski kami harus merayap untuk mendapatkan yang tepat. Dulu, kami hanya mengenal tapi tak dekat. Bertemu karena suatu kegiatan, dan terpisah karena jarak. Tidak begitu dekat hanya pernah saling memikat. Mungkin karena jarak, yang membuat kita tak jadi kuat.

Kami punya pasangan masing-masing setelahnya. Walau begitu kami masih berteman justru semakin dekat menjadikan kami sahabat. Dia memang sahabat yang selalu ada, saat aku merasa susah dia selalu ikut berupaya untuk menyelesaikan kesusahanku. Begitu juga aku. Tak pernah lagi rasanya berpikir untuk memikat. Setelah selang beberapa waktu, aku berpisah dengan pasanganku. Kami tetap bersahabat bahkan semakin dekat. Kedua keluarga kami sering saling berkumpul. Kami benar-benar layaknya sahabat.

Waktu terus berjalan, jarak tak membuat kedekatan kita semakin jauh. Hanya raga kami tak bisa saling bersimpuh. Dua keluarga kami selalu saling menjodohkan agar kami segera diresmikan. Tapi, kami merasa bahwa jarak tak bisa kami luluhkan. Rasa ingin bersama selalu ada. Bagaimana tidak? bukankah akan lebih baik jika berpasangan dengan orang yang sepadan?. Tapi tetap, lagi-lagi kami kukuh denga prinsip masing-masing,tak ada lagi yang mau mengalah. Jogja dan Jakarta, meski tak begitu jauh tapi tak ada yang mau mengalah demi bisa saling kukuh.

Advertisement

Sampai satu waktu, dia mengatakan "aku resign dari pekerjaanku, aku akan pindah ke jogja?". Kalimat yang membuatku kaget dan bahagia tentunya. Siapa sangka, dia akan mengusahakan semua itu hanya ingin dekat denganku. Upaya yang dia lakukan untukku begitu besar, dia tinggalkan segala kemewahan di ibukota untuk menemuiku di kota Jogja.

Jogja segalanya kita mulai dari sini, merintis semua dari nol sampai akhirnya kata itu terucap. Kata yang selalu di idamkan oleh seorang wanita dewasa. Kata dimana semuanya dimulai bersama. Baru aku sadar, jodoh tak melulu orang baru, dia juga bisa berasal dari masa lalu.

Jodoh tak pernah kita tahu, hanya saja dia tak pernah jauh darimu.

Bagimu, yang belum menemukan jangan pernah berhenti untuk bersabar. Dia berada disekitar.