Bagi kita para jombloan dan jomblo wati yang masih mencari-cari sebuah cinta sejati, pasti menginginkan secepat-cepatnya untuk bertemu dengan “cinta sejatinya”. Itu benar kan? Akan tetapi, memang kenyataannya adalah mencari jodoh itu tidak mudah, apalagi mencari seperti yang kita impikan dan harapkan selama ini.

Mencari jodoh itu kurang lebih seperti mencari jarum di tumpukan jerami, sangat sulit apalagi mencari seperti yang kita inginkan selama ini. Tapi ingatlah, tidak ada yang mustahil selama kita berusaha untuk terus mencarinya.

Kesendirian yang selama ini kita jalani, harusnya menjadi bahan untuk intropeksi dan mendewasakan diri

Pasti banyak sekali alasan bagi kita,mengapa kita memutuskan untuk sendiri? Mungkin kebanyakan dari kita memilih masih sendiri karena masa lalu yang pernah kita alami, tapi mungkin ada juga yang beralasan karena masih ingin berkarir dan mewujudkan impiannya, sebelum memutuskan untuk membuka hati.

Tapi ingatlah, apapun alasan kita yang masih memutuskan untuk sendiri, jadikanlah masa-masa ini untuk terus intropeksi diri. Betulkan yang masih salah dan perbaikilah yang sudah ada pada diri kita. Agar kelak jika memang sudah tiba waktunya bagi kita untuk membuka hati, kita sudah siap dan layak untuk di cintai.

Dan jangan lupa, kesendirian yang kita jalani saat ini harus bisa membentuk pribadi yang lebih baik lagi. Mulailah belajar untuk mendewasakan diri, baik dalam pemikiran maupun dalam pengambilan keputusan. Karena inilah kesempatan kita untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih matang di masa depan.

Bukankah jodoh adalah cerminan diri, jadi jangan pernah lelah untuk terus memantaskan diri

Advertisement

Kalian pasti sudah tahu hal ini, karena ini sudah sering muncul di artikel-artikel yang mungkin sudah pernah kalian baca sebelumnya. Tetapi saya hanya ingin mengingatkan kembali, karena memang jodoh adalah cerminan diri, jadi jangan pernah lelah untuk terus memantaskan diri. Karena ini memang sudah menjadi janji dari Sang Ilahi.

"Wanita yang baik adalah untuk pria yang baik, begitu pula sebaliknya pria yang baik untuk wanita yang baik pula"

Jadi jika memang kita selama ini menginginkan seorang jodoh yang baik,cantik/tampan, soleh/soleha, dan seterusnya, maka sekarang coba bercerminlah. Apakah kita sudah pantas mendapatkan seorang yang kita idamkan? jika kita merasa masih belum pantas, maka segeralah untuk terus berusaha memantaskan diri di hadapan-Nya. Niscaya Tuhan akan segera mempertemukan kita dengan jodoh yang sudah di tentukan oleh-Nya.

Jodoh memang Tuhan yang tentukan, tetapi kita harus terus berusaha untuk menemukan

Memang benar Tuhan sudah menjanjikan.

“Bahwa setiap orang sudah di ciptakan berpasang-pasangan”

Tapi ingatlah kita tidak boleh duduk berdiam diri dan menunggu datangnya seorang pangeran atau bidadari. Apakah kalian pikir dengan hanya menunggu dan berdiam diri tiba-tiba datang seseorang yang selama ini kita cari? Tidak kawan, itu hanya ada di cerita fiksi dan dunia mimpi.

Ingat kawan, ini bukan di cerita fiksi dan bukan di dunia mimipi, ini adalah dunia nyata. Jadi jangan pernah kita menunggu dan berdiam diri saja. Yang harus kita lakukan adalah berusaha mencari dan terus mencari. Berdoa dan terus berdoa.

Dan percayakan semuanya kepada Tuhan, niscaya kita akan segera menemukan apa yang kita inginkan. Ketahuilah Tuhan tidak akan pernah mempersulit hamba-Nya yang mau berusaha dan percayalah Tuhan tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.

Jadi sekarang apa yang akan kalian lakukan?

Apa kalian akan tetap menunggu dan berdiam diri, tanpa berusaha untuk mencari? Ataukah kalian akan terus berusaha untuk menemukan apa yang kalian inginkan? Itu semua sudah menjadi hak kalian masing-masing, disini saya hanya ingin memberi sedikit suntikan motivasi bagi kita yang masih sendiri (jombloan/jombloawati).

Memang saya bukan seorang motivator yang handal, tapi semoga bermanfaat. Terakhir, sebuah doa untuk kita semua.

“Semoga yang masih mencari segera menemukan, yang sudah menemukan semoga segera di persatukan dan yang sudah di persatukan semoga selalu di beri kebahagiaan—Amin”.