Setelah sekian lama tak berjumpa denganmu, semenjak kelulusan, aku mulai berhenti berharap padamu, melupakan mimpi-mimpi yang dulu pernah aku impikan untuk kita. Kini engkau dimana, sedang sibuk apa, aku tak terlalu ingin tahu segala hal tentangmu saat ini, sebab mengetahui kabarmu hanya akan membuat hatiku semakin sakit karena tak dapat berjumpa, tak dapat lagi kita bercerita seperti sediakala saat masa-masa sekolah, aku merindukan kita yang dulu, yang jauh dari kata perpisahan, aku rindu senyummu, rindu tawamu, rindu ejekan-ejekan mu yang dapat memotivasi aku, aku rindu didengarkan, aku rindu diskusi kita, aku rindu kebersamaan kita, kapan kita bersua ?

Ah, sudahlah. Terkadang aku merasa bersalah karena terlalu menyukaimu, semakin mengagumimu semakin membuatku merasa bersalah, sebab aku tahu kau takkan pernah bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu,bodohnya aku yang jatuh cinta padamu, padahal kau menganggapku hanya teman,

Kau laki-laki terbaik yang pernah aku miliki meskipun hanya sesaat. Kau orang yang tulus, baik kepada semua orang, dan menginspirasi semua orang yang pernah engkau kenal.

Siang itu, tepat beberapa hari sebelum keberangkatan ku ke Jogja, iseng-iseng ku buka akun instagram ku, ada beberapa notifikasi, dan pada salah satunya notifikasi darimu, kau berkomentar pada foto yang aku posting : "Kabar-kabar kalau ke Jogja,siapa tahu aku bisa keluar". Woow, amazing, ucapku dalam hati, tiba-tiba ingatanku melayang pada kenangan kita beberapa tahun lalu, ya masa-masa sekolah itu, kau tahu ? komentar-komentar mu pada foto itu, seakan membawa harapan baru untukku, membawa harapan baru tentang kita, tapi aku tak ingin terlalu berharap sebab aku tahu kita tak mungkin bersatu, sebab kau tak mencintaiku. Ah, kenapa susah sekali untuk ku melupakanmu ? .

Sesampainya aku di Jogja, kubaca beberapa kali komentar-komentar mu, sambil membalas nya," Kita jadi ketemu?" kutunggu beberapa saat, tapi kau tak kunjung membalasnya, akhirnya kuberanikan diri. Kukirim pesan pribadi pada akun facebookmu, "Kita jadi ketemu ?" setelah menunggu beberapa saat. Akhirnya kau balas pesan ku " Aduh gimana ya?" "maaf banget ya, aku lagi sibuk prepare student exchange, acara mu apa aja?". Lalu ku jawab, "aku ada pelatihan beberapa hari di unires, selebihnya acara jalan-jalan". Lalu kau jawab, " OK, nanti aku usahakan semoga bisa ketemu "

Advertisement

Sudah pukul 2 pagi, aku masih belum mengantuk, masih memikirkan seperti apa pertemuan kita nanti, kusiapkan gaun terbaik yang aku punya untuk bertemu denganmu.Keesokan harinya, kau balas lagi pesan ku,yang intinya tak dapat menjumpaiku karena kesibukanmu, "it's ok, balasku semoga kita bisa berjumpa lain waktu, kau cukup khatam bagaimana tabiat ku, "it's ok" means not okay, sebenar nya aku cukup sedih kita tak dapat berjumpa lagi, tapi aku selalu berharap Allah mempertemukan kita lain waktu.

Harapan-harapan ku tentang kita selalu muncul setiap kali aku mengingat Jogja,aku memang mencintai mu, tapi aku tak mungkin memaksakan Allah menjodohkan kita bukan ? aku juga tak ingin memaksa mu mencintai ku. Tak banyak inginku, jika memang kita berjodoh, aku berharap Allah mempertemukan kita di Jogja, tepat di bulan maret dimana kita pernah berjanji untuk bertemu.