Jogja itu…

Jogja itu tempat patah hati paling nyaman
Jogja itu tempat menyakiti hati paling aman

Jogja itu tempat dimana patah hati malah jadi menyenangkan
Jogja itu tempat dimana sakit hati malah jadi membahagiakan

Jogja itu tempat aku dan kamu saling menyakiti yang paling tepat
Karena Jogja itu bukan hanya soal aku dan kamu

Lili Jelita

Yogyakarta, 8 Oktober 2014

Jadi, kalau kamu mau nyakitin anak orang atau mau disakitin sama orang, mending ke Jogja dulu deh. Akan ada banyak hal yang bisa bikin kamu lupa sama sakit hatimu dan kamu ga akan sepenuhnya bersalah karena udah nyakitin orang lain. Karena menurut akupun Jogja punya banyak hal lebih dari yang kamu tahu. Misalnya? coba aja rasain jalan kaki dari mana sampe mana, jangan lupa tengok kanan kiri.

Entahlah. Di tempat lain itu semua rasany beda. Karena Jogja, emang gak cuma tentang aku dan kamu. Tapi kita.

"Jogja itu terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan." – Joko Pinurbo

Advertisement

Aku sendiri dan kalian mungkin jadi salah satu diantara banyak orang yang selalu bingung untuk menyebut Jogja sebagai destinasi untuk pergi atau pulang. Jogja selalu menyiapkan rindu tersendiri untuk disebut pulang. Menjadi rumah kesekian untuk banyak pelarian. Terkadang bosan dibuatnya, karena di Jogja semua ada. Angkringan dimana-mana. Tidak seperti tempat pulang yang lainnya. Mungkin angkringan itu yang menjadikan Jogja sebagai tempat pulang yang dirindukan. Mungkin. Mungkin juga tidak. Entahlah. Bagaimana menurutmu?

"Pesona kota ini ku kira begini; Apa-apa yang tak dapat kau miliki, senantiasa berada di sekelilingmu." – @ArdianCU

Nah kalo di Jogja, katanya apa-apa yang gak bisa kita miliki ternyata ada disekeliling kita loh. Emang iya? Kalaupun iya, bagi aku itu bisa jadi bahan untuk belajar menahan diri. Apakah hati lebih kuat dibanding logika, hati cenderung ingin memiliki segalanya. Tapi logika terkadang melawan dan harus menyangkal itu semua. Apapun. Kita tidak bisa serakah dan memiliki semuanya. Maka di kepalaku, itu semua hanya tipuan. Jangan mau tertipu. Nyatanya, semua yang ada di Jogja belum tentu bisa kita miliki. Atau skenario paling terburuk, itu memang bukan miliki kita. Percayalah, di dalamnya, Jogja mengajarkan kita untuk bisa mengikhlaskan. Apapun halnya. Mari berdamai dengan diri.

Sebenarnya masih banyak lagi tentang Jogja, 5 huruf yang mengandung banyak makna dan pertanyaan juga pernyataan. Aku masih sibuk mencarinya.

Aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi. Dan Jogja di kepalaku adalah tentang aku, aku dan kesedihanku, aku dengan kebahagianku, aku dengan kamu dan tanpa kamu.

Bagaimana menurutmu?