Dear hati, kenapa engkau nampak begitu risau dengan status jomblo yang sengaja engkau pilih saat ini. Kenapa engkau justru tidak seyakin dulu saat engkau memilih keputusan untuk bersendiri menikmati dunia bersama mimipi-mimpimu. Hari ini justu aku melihatmu mulai menyerah tidak ada lagi semangat api yang pernah ketemui tempo hari. Ada apa denganmu, apakah kamu mulai takut dengan status kesendirianmu? Ataukah engkau mulai tergoda dengan hirip pikuk kisah cinta para pencinta.

Dear hati tidak selamanya jomblo itu menakutkan. Bukankah engkau tidak akan menjadi vampir hanya karena engkau memilih menjadi seorang jomblo bukan? Engkau juga tidak akan mendadak berubah menjadi seekor katak ketika dunia tahu bahwa hari ini kamu memtuskan memilih sendiri.

Dear hati, kumohon dengarkanlah aku kembali, kumohon lihatlah aku kembali. Dengarkan dan Lihatlah saat pertama kali aku mengambil keputusan itu, bukankah engkau yang pertama kali menguatkanku, menyakinkankan bahwa semua akan baik-baik saja.

Dear hati, akan ada saatnya hatimu tidak akan sendiri lagi. Akan ada masanya dimana hatimu menjadi halal memikirkan hati yang lain yaitu ketika hatimu dan hatinya telah menyatu menjadi sepasang hati yang saling mencintai di bawah Cinta dan Restu Tuhan kita.